FAKTAHUKUM86.COM|LINTAU BUO – Pembukaan Wirid bulanan Kopri di Kecamatan Lintau Buo sukses dilaksanakan. Wirid ini adalah kegiatan rutin yang akan diadakan oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pegawai Instansi yang ada di lingkungan Pemerintah Kecamatan Lintau Buo serta melibatkan elemen masyarakat lainnya setiap satu bulan sekali . Pembukaan di laksanakan di Masjid Nurul Iman Tigo Jangko. Jum’at ( 08/08/2025 )
Peserta wirid Kopri Kecamatan Lintau Buo terdiri dari pensiunan Kopri Kecamatan Lintau Buo, Forkopimda Lintau Buo, Wali Nagari Se-Kecamatan Lintau Buo, Kepala TK,SD,SMP sederajat, SMA/SMK sederajat. Bapak dan ibu guru staf ASN dan Non ASN TK,SD,SMP sederajat, SMA/SMK sederajat dan undangan lainnya.
Camat Lintau Buo Mulkhairi,S.Pd dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada Bapak KUA kecamatan Lintau Buo beserta staf yang telah menjadi panitia pelaksana hari ini , terkhusus kepada seluruh bapak dan ibu peserta wirid Kopri Kecamatan Lintau Buo yang telah hadir dan mensukseskan wirid ini . Ucapnya
Lanjut Mulkhairi Kegiatan ini dilaksanakan sesuai dengan program pemerintah daerah untuk mewujudkan Kabupaten Tanah Datar Madani Yang Maju Dan Berkelanjutan Berdasarkan Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah .Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan, serta mempererat tali silaturahmi antar ASN dan masyarakat.
Wirid bulanan ini biasanya diisi dengan ceramah agama yang disampaikan oleh tokoh agama atau ulama setempat. Selain itu, acara ini juga menjadi wadah untuk mempererat hubungan antar ASN dan masyarakat, serta menjadi sarana untuk meningkatkan pemahaman keagamaan.
Wirid bulanan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan masyarakat, serta mempererat hubungan sosial di kalangan ASN dan masyarakat luas. Lanjut Mulkhairi.
Penutup Mulkhairi mengucapkan Alhamdulillah, rangkaian acara wirid kita telah berjalan dengan lancar. Semoga segala ilmu, nasihat, dan hikmah yang kita dapatkan pada pertemuan ini menjadi penambah keimanan, mempererat ukhuwah, dan membawa keberkahan dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah, di tempat kerja, maupun di tengah masyarakat.
Mari kita terus menjaga semangat kebersamaan, saling mengingatkan dalam kebaikan, dan menjadikan kegiatan wirid ini sebagai media untuk memperkuat iman, memperdalam ilmu agama, serta mempererat tali silaturahmi di antara kita.. Semoga kita dapat berjumpa kembali pada wirid bulan berikutnya dalam keadaan sehat wal afiat. Tutup Mulkhairi.
Setelah sambutan dari Camat Lintau Buo diteruskan dengan Tausiyah yang disampaikan oleh Ustadz Pen Hendri,S.Ag Penyuluh Agama Kantor KUA Kecamatan Lintau Buo .
Setiap pekerjaan yang kita lakukan, baik di kantor, di rumah, maupun di tengah masyarakat, hendaknya kita niatkan semata-mata karena Allah. Sebab, pekerjaan yang dilakukan dengan ikhlas akan bernilai ibadah di sisi-Nya. Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya amal itu tergantung pada niatnya, dan setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan.” (HR. Bukhari & Muslim)
Ikhlas berarti kita bekerja tanpa mengharapkan pujian manusia, tanpa mengeluh, dan tanpa merasa terbebani, karena kita yakin setiap tugas adalah amanah yang akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah.
Namun, ada hal yang jauh lebih penting dari pekerjaan dunia kita, yaitu panggilan Allah untuk melaksanakan kewajiban ibadah, seperti shalat. Jika azan telah berkumandang, itu adalah panggilan langsung dari Allah untuk meninggalkan kesibukan dunia, bergegas menyambutnya, dan menghadap kepada-Nya. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Jumu’ah ayat 9:
“Wahai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari Jumat, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkan jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”
Ayat ini mengajarkan kepada kita bahwa sehebat apa pun pekerjaan yang sedang kita kerjakan, tetaplah ibadah yang menjadi prioritas utama. Dunia hanya sementara, tetapi amal ibadah akan menemani kita hingga akhirat kelak.
Maka mari kita jalani pekerjaan kita dengan penuh keikhlasan, dan ketika panggilan Allah datang, kita tinggalkan semua kesibukan untuk menyambutnya dengan hati yang gembira. Insya Allah, dengan cara itu hidup kita akan lebih berkah, hati kita lebih tenang, dan rezeki kita lebih lapang. ( MHJ/RF )








