BERITA  

Wabup Candra Tekankan Keberpihakan kepada Petani, Hilirisasi Kopi Harus Berujung pada Kesejahteraan

FAKTA HUKUM 86 KAB SOLOK – Penguatan sektor perkebunan membutuhkan lebih dari sekadar program peningkatan produksi. Kepastian pendampingan, dukungan pembiayaan, pengolahan hasil, hingga jaminan akses pasar menjadi faktor penting agar potensi komoditas unggulan benar-benar mampu meningkatkan kesejahteraan petani.

Hal tersebut menjadi salah satu perhatian Wakil Bupati Solok, H. Candra, S.H.I., saat menghadiri kegiatan Farm Field Day dan Sekolah Lapang Tanaman Kopi di Kecamatan Junjung Sirih, Selasa (3/11/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan melalui program Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Barat itu menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas petani sekaligus mendorong pengembangan komoditas kopi hingga tahap hilirisasi.

Candra menegaskan, pemerintah harus memastikan bahwa setiap program pembangunan perkebunan memiliki dampak yang terukur terhadap kehidupan masyarakat, terutama kelompok tani sebagai pelaku utama sektor pertanian.

“Jangan sampai petani hanya menjadi objek dari sebuah program. Mereka harus menjadi subjek utama pembangunan. Pemerintah berkewajiban membuka ruang, memberikan pendampingan, memfasilitasi kebutuhan petani, serta memastikan hasil pembangunan benar-benar meningkatkan kesejahteraan masyarakat.”

Menurutnya, pengembangan kopi harus dilakukan secara menyeluruh. Peningkatan kualitas tanaman dan produktivitas perlu diikuti dengan kemampuan pengolahan serta penguatan jaringan pemasaran.

“Kita tidak ingin potensi kopi hanya berhenti pada hasil panen. Harus ada keberanian untuk mengembangkan produk turunannya. Petani perlu didorong agar mampu menghasilkan produk berkualitas, memiliki nilai jual, dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.”

Ia juga menilai keterlibatan lembaga perbankan dan pelaku usaha merupakan bagian penting dalam membangun ekosistem perkebunan yang berkelanjutan.

“Persoalan petani bukan hanya bagaimana menanam dan memanen, tetapi juga bagaimana mendapatkan akses modal, teknologi, dan pasar. Karena itu, kolaborasi pemerintah, perbankan, dunia usaha, penyuluh, dan kelompok tani harus berjalan secara konkret.”

Wabup Candra berharap program yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat tersebut dapat disinergikan dengan program unggulan Pemerintah Kabupaten Solok serta agenda pemerintah pusat dalam memperkuat ketahanan pangan, ekonomi produktif, dan hilirisasi sektor pertanian.

Baginya, keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, tetapi dari perubahan nyata yang dirasakan masyarakat.

“Ukuran keberhasilan kita adalah ketika petani semakin produktif, pendapatannya meningkat, dan memiliki kepastian pasar. Inilah yang harus menjadi tujuan bersama dalam membangun sektor perkebunan Kabupaten Solok.”


Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Barat, Ir. Afniwirman; Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Solok yang diwakili Kabid Perkebunan, Taufik; Pimpinan Bank Nagari Syariah Solok, Dangyu; Pimpinan Bank Nagari Alahan Panjang, Yudi; dan Pimpinan Bank Nagari Arosuka, Hari.

Hadir pula Pj. Wali Nagari Paninggahan, Agung Satria MTD, S.IP., M.Si.; Sekjen PKP Pusat sekaligus Owner Coffee Rimbo Hulu, David Andika; penyuluh pertanian Kecamatan Junjung Sirih, serta kelompok tani se-Kecamatan Junjung Sirih.

Keterlibatan berbagai unsur tersebut memperlihatkan bahwa pengembangan komoditas kopi membutuhkan kerja bersama. Pemerintah berperan dalam kebijakan dan pembinaan, penyuluh memperkuat kemampuan teknis petani, perbankan membuka peluang dukungan permodalan, sementara pelaku usaha berperan dalam pengolahan dan pemasaran.

Ke depan, tantangan yang perlu dijawab adalah bagaimana memastikan sekolah lapang berlanjut menjadi pendampingan produktif, akses pembiayaan semakin terbuka, serta hilirisasi mampu menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi petani.

Dengan demikian, pengembangan kopi di Kecamatan Junjung Sirih diharapkan tidak sekadar menjadi program sektoral, tetapi berkembang menjadi salah satu instrumen penguatan ekonomi masyarakat Kabupaten Solok.FH86

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *