BERITA  

Wabup Solok Respons Jalan Rusak Aie Abu, Kesiapan Lahan Jadi Syarat Pengusulan melalui Inpres

FAKTA HUKUM 86, SOLOK — Wakil Bupati Solok H. Candra, S.H.I. menyatakan akan memperjuangkan penanganan jalan rusak di Jorong Aie Abu, Nagari Aie Dingin, Kecamatan Lembah Gumanti, melalui skema pendanaan Instruksi Presiden atau Inpres.

Komitmen tersebut disampaikan Candra saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Nurul Hidayah, Jorong Aie Abu, Selasa (1/9/2026). Pertemuan itu dimanfaatkan masyarakat untuk menyampaikan secara langsung persoalan infrastruktur yang selama ini memengaruhi mobilitas warga.

Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Nagari Aie Dingin Adi Marsiswandi, Kepala Jorong Aie Abu Amprizal, tokoh masyarakat Endra Putra Gunawan dan Dabrul Alaina, unsur BPN Nagari Aie Dingin, pengurus Masjid Nurul Hidayah Jamilus, serta pemuda, ninik mamak, bundo kanduang dan masyarakat setempat.

Sekretaris Nagari Aie Dingin, Adi Marsiswandi, mengatakan kondisi jalan Jorong Aie Abu telah mengalami kerusakan berat dan membutuhkan perhatian pemerintah. Infrastruktur tersebut dinilai penting karena menjadi akses bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sosial dan ekonomi.

“Sudah 81 tahun Indonesia merdeka, dunsanak kita di Jorong Aie Abu masih belum merasakan sepenuhnya. Oleh karena itu, kami meminta kepada Bapak Wabup agar bisa memperjuangkan jalan di Jorong Aie Abu yang kondisinya rusak berat seperti saat ini,” kata Adi.

Menanggapi aspirasi itu, Candra meminta pemerintah nagari, perangkat jorong dan masyarakat menyiapkan persyaratan yang diperlukan sebelum ruas jalan tersebut diajukan melalui program pemerintah pusat.

Salah satu hal yang ditekankan ialah kepastian dan kesiapan lahan untuk koridor jalan dengan lebar mencapai 15 meter. Menurut Candra, penyediaan ruang jalan diperlukan untuk memenuhi kebutuhan teknis dan administratif dalam proses pengusulan.

“Berkaitan dengan aspirasi masyarakat Jorong Aie Abu, khususnya jalan yang kondisinya rusak berat, saya meminta kepada Sekretaris Nagari, Kepala Jorong dan masyarakat agar jalan tersebut bisa dibebaskan dengan lebar 15 meter. Nanti akan kita usulkan melalui dana Inpres,” ujar Candra.

Pernyataan tersebut menjadi komitmen pemerintah daerah untuk memperjuangkan usulan penanganan jalan. Namun, komitmen pengusulan belum dapat dimaknai sebagai kepastian bahwa anggaran telah tersedia atau pembangunan telah disetujui.

Realisasi program masih bergantung pada kejelasan status jalan, kesiapan lahan, kelengkapan dokumen perencanaan, kesesuaian dengan kriteria teknis, proses verifikasi, penentuan prioritas serta penetapan oleh pemerintah sesuai kewenangan dan ketentuan yang berlaku.

Karena itu, pemerintah nagari bersama masyarakat perlu memastikan proses penyediaan lahan dilakukan berdasarkan kesepakatan yang jelas. Langkah tersebut penting untuk mencegah munculnya persoalan kepemilikan maupun keberatan warga ketika usulan memasuki tahapan perencanaan dan pelaksanaan.

Selain menyampaikan kebutuhan jalan, pengurus Masjid Nurul Hidayah, Jamilus, mengapresiasi kehadiran Wakil Bupati Solok di tengah masyarakat. Ia berharap masjid tersebut dapat menjadi salah satu lokasi kunjungan Tim Safari Ramadan Pemerintah Kabupaten Solok pada 2027.

“Terima kasih kepada Pak Wabup H. Candra, S.H.I. yang sudah hadir di sela-sela kesibukan. Kami berharap Masjid Nurul Hidayah Jorong Aie Abu menjadi prioritas kunjungan saat Safari Ramadan 2027 nanti,” ujar Jamilus.

Candra merespons positif permintaan tersebut. Ia mengatakan Jorong Aie Abu akan diupayakan menjadi salah satu lokasi yang diprioritaskan dalam agenda Safari Ramadan tahun berikutnya.

“Untuk Safari Ramadan, insyaallah akan kita prioritaskan tahun 2027 nanti di sini,” katanya.

Dalam sambutannya, Candra juga mengajak masyarakat menjadikan peringatan Maulid Nabi sebagai momentum untuk meneladani akhlak dan kepemimpinan Rasulullah SAW. Nilai keteladanan tersebut, menurut dia, harus diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat serta pelaksanaan amanah pemerintahan.

“Kita sebagai umat Rasulullah wajib meneladani beliau karena merupakan pribadi serta pemimpin yang agung. Setiap kita adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat kelak,” tutur Candra.

Ia mengatakan salah satu misi utama Rasulullah SAW adalah memperbaiki akhlak manusia. Semangat itu perlu diterapkan dengan menjaga persatuan, saling menghormati, memperkuat kepedulian dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

Peringatan Maulid Nabi di Masjid Nurul Hidayah tersebut menjadi ruang pertemuan antara pesan keagamaan dan aspirasi pembangunan. Setelah komitmen disampaikan, pengawalan terhadap kesiapan lahan, kelengkapan dokumen dan proses pengusulan diperlukan agar aspirasi penanganan jalan Jorong Aie Abu tidak berhenti pada pernyataan, tetapi dapat ditindaklanjuti secara terukur dan sesuai ketentuan. MR