SMAN 2 Lintau Buo Sukses Laksanakan Upacara Bendera Peringatan HARDIKNAS Tahun 2025

FAKTAHUKUM86.COM|LINTAU BUO – Hari Pendidikan Nasional selalu diperingati pada tanggal 2 Mei oleh seluruh masyarakat Indonesia sebagai sebuah momentum untuk kembali menumbuhkan rasa patriotisme dan nasionalisme bagi seluruh insan pendidikan. Salah satu cara untuk memperingati momen tahunan bersejarah ini adalah dengan melaksanakan upacara. Tema Hari Pendidikan Nasional 2025 adalah “ Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu Untuk Semua ”. Hal ini didasari oleh Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Republik Indonesia nomor B- 7441/MDM.A/TU.02.03/2025 tanggal 24 April 2025 tentang Pedoman Peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2025 .

 

Untuk memperingati HARDIKNAS SMAN 2 Lintau Buo melaksanakan upacara bendera dimulai dari pukul 07.30 WIB Kepala Sekolah,Pendidikan dan Tenaga Kependidikan serta peserta didik mengikuti upacara dengan menggunakan Baju Kuruang Basiba dan Baju Taluak Bolango . Upacara dilaksanakan di lapangan upacara SMAN 2 Lintau Buo. Jum’at ( 02/05/2025 ).

 

Kepala sekolah Muh.Hijaz,S.Pd,.M.M.Pd selaku pembina upacara membacakan amanat Menteri Pendidikan Dasar Dan Menengah Republik Indonesia

Peringatan Hari Pendidikan Nasional bukanlah sekedar seremonial tahunan yang ditandai dengan upacara bendera dan berbagai ragam lomba. Hari Pendidikan Nasional merupakan momentum untuk kita meneguhkan dan meningkatkan dedikasi, komitmen,dan semangat untuk memenuhi amanat konstitusi yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dengan memberikan layanan pendidikan yang terbaik, bermutu, dan berkemajuan bagi seluruh anak bangsa. Undang-undang Dasar 1945 menegaskan bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan.

Di dalam Undang-undangSistem Pendidikan Nasional nomor 20 tahun 2003 disebutkan bahwa setiap warganegara berhak mendapatkan pendidikan yang bermutu. Sesuai amanat Konstitusi, tidak boleh ada diskriminasi atas dasar agama, fisik, suku, bahasa, ekonomi, jenis kelamin,domisili dan sebab-sebab lain yang menyebabkan seseorang kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan.

Pendidikan adalah hak asasi dan hak sipil yang melekat dalam diri setiap insan baik sebagai pribadi maupun warga negara.Pada hakikatnya pendidikan adalah proses membangun kepribadian yang utama,akhlak mulia, dan peradaban bangsa. Secara individual, pendidikan adalah proses menumbuhkan kembangkan fitrah manusia sebagai makhluk pendidikan (homoeducandum) yang dengannya manusia menguasai ilmu pengetahuan, memiliki keterampilan, dan berbagai kecerdasan yang memungkinkan mereka meraih kesejahteraan dan kebahagiaan material dan spiritual. Dalam konteks kebangsaan,pendidikan adalah sarana mobilitas sosial-politik yang secara vertikal mengangkat harkat dan martabat bangsa.

Karena itu sangat tepat ketika Presiden Prabowo menempatkan pendidikan sebagai prioritas.Sebagaimana disebutkan dalam Asta Cita keempat,Presiden Prabowo berkomitmen membangun sumberdaya manusia yang kuat sebagai aktor dan agen perubahan yang mengantarkan Indonesia menjadi bangsa dan negara yang adil dan makmur. Melalui pendidikan, Presiden Prabowo berkomitmen memutus mata rantai kemiskinan. Presiden bertekad memajukan pendidikan melalui revitalisasi sarana-prasarana pendidikan, pembelajaran digital, dan peningkatan kualitas, kualifikasi,dan kinerja guru melalui pemenuhan kualifikasi, peningkatan kompetensi, dan kesejahteraan.

Dengan cara demikian, guru diharapkan dapat menjadi agen pembelajaran dan agen peradaban. Para guru tidak hanya menjadi fasilitator pembelajaran tetapi juga mentor dan konselor paa murid. Guru adalah orang tua yang senantiasa berada di sisi para murid dalam suka dan duka serta memandu para muridnya mencapai cita-cita lhur.Untuk itu, diperlukan kerjasama semua pihak baik pemerintah, orang tua,masyarakat,dunia usaha, dan media massa. Pemerintah sebagai penyelenggara negara tidak dapat bekerja sendiri karena keterbatasan sumberdaya dan sumber dana. Perlu dukungan dan partisipasi semesta agar pendidikan sebagai layanan publik dapat berperan mengantarkan anak-anak menjadi generasi hebat dan kuat.

Sejak Oktober 2024, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah melakukan langkah-langkah nyata membangun layanan pendidikan yang bermutu.Secara manajerial, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah memperbaiki tata kelola, pembinaan, dan kinerja guru. Secara kurikuler, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah akan menerapkan Pembelajaran Mendalam (deep learning),pemberlakuan Test Kemampuan Akademik (TKA), serta pembelajaran Koding,dan Kecerdasan Artifisial (Al).

Secara pedagogis, dalam rangka membentuk karakter,Kementerian membuat kebijakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang meliputi bangun pagi, beribadah, berolah raga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat,dan tidur cepat,program Pagi Ceria yang meliputi Senam Anak Indonesia Hebat (SAIH), menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan doa bersama.

Pendidikan karakter pada tingkat pendidikan Taman Kanak-kanak diluncurkan Album Kicau yang berisi lagu dan anak-anak.Dengan semangat hari Pendidikan Nasional mari kita saling bergandeng tangan,bahu membahu,dan bergotong royong mewujudkan Pendidikan Bermutu Untuk Semua. Amanatnya.

Penutup Muh.Hijaz menambahkan upacara ini menjadi momentum penting untuk mengingat kembali perjuangan Ki Hadjar Dewantara sebagai Bapak Pendidikan Nasional, serta menumbuhkan semangat cinta tanah air dan budaya di kalangan peserta didik dan tenaga pendidik.

Dengan penuh semangat dan rasa syukur, keluarga besar SMAN 2 Lintau Buo siap melanjutkan komitmen dalam membangun pendidikan yang bermakna, inklusif, dan berbasis nilai-nilai luhur bangsa.

Terakhir Muh.Hijaz mengucapkan terimakasih kepada seluruh petugas upacara bendera dari pasukan pengibar bendera dan group drumband yang telah melaksanakan tugasnya dengan baik, dan suruh peserta upacara yang mengikuti upacara ini dengan hikmah Tutup Muh.Hijaz . ( MHJ/RF )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *