FAKTAHUKUM86.COM|TANAH DATAR -Lintau Buo, Musyawarah Guru Bimbingan Dan Konseling (MGBK ) SMA Tanah Datar adakan kegiatan pertemuan yang kedua pada tahun pelajaran 2022/2023 membahas tentang peralihan Fase E ke Fase F pada Implementasi Kurikulum Merdeka sebagai Nara Sumber Delfita Yulianti,S.Pd. Acara dibuka langsung oleh Koordinator MGBK SMA Tanah Datar Dra. Irda Suryani.MM di ruang pertemuan SMA Negeri 2 Lintau Buo. Kamis ( 20/10/2022 )
Hadir dalam kegiatan Koordinator MGBK SMA Tanah Datar Dra.Irda Suryani.MM, Nara Sumber Berbagi Praktik Baik Kurikulum Merdeka SMA Negeri 2 Lintau Buo Delfita Yulianti,S.Pd, Ketua MGBK SMA Tanah Datar Joko Sobrang,M.Pd dan Guru BK SMA Se-Kabupaten Tanah Datar.

Koordinator MGBK SMA Tanah Datar Dra. Irda Suryani, MM dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada MGBK atas kebersamaan dan kekompakan MGBK SMA Tanah Datar baik yang PNS ataupun Non PNS .Dan ucapan terimakasih kepada seluruh peserta yang sudah hadir ke SMA Negeri 2 Lintau Buo untuk mengikuti kegiatan MGBK pertemuan kedua ini .
Selanjutnya sebagai Koordinator MGBK menekan agar guru BK senantiasa aktif dalam mengikuti kegiatan ini. Apalagi materi yang akan disampaikan oleh narasumber hari ini merupakan hal yang baru bagi kita guru BK sebagai ujung tombak dalam penelusuran minat dan bakat siswa sehubungan dengan mata pelajaran yang akan dipilih siswa pada Fase F. Lanjut Irda Suryani, sebagai Guru BK berperan besar dalam merencanakan instrumen penelusuran minat dan bakat peserta didik, mensosialisasikan proses pindah Fase E ke Fase F, mensosialisasikan konsekuensi mata pelajaran pilihan siswa terhadap program studi yang akan dipilih siswa selanjutnya diperguruan tinggi.
Langkah berikutnya adalah siswa mengisi instrument mata pelajaran pilihan tersebut untuk selanjutnya diolah oleh guru BK. Semua hasil yang diperoleh seharusnya dikoordinasikan dengan semua pihak yang berkepentingan termasuk orang tua siswa.
Kesempatan yang sama ketua MGBK SMA Tanah Datar Joko Sobrang,M.Pd mengucap terimakasih kepada Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Lintau Buo Dra.Irda Suryani.MM sekaligus sebagai koordinator MGBK SMA Tanah Datar yang telah memfasilitasi tempat untuk kegiatan ini, Narasumber Delfita Yulianti,S.Pd, yang telah bersedia berbagi praktik baik dan kepada peserta MGBK yang hadir pada kesempatan ini.
Joko Sobrang pada kesempatan ini sebagai Ketua MGBK SMA Tanah Datar meminta kepada Nara Sumber yang akan memberikan materi tentang peralihan dari Fase E ke Fase F pada kurikulum merdeka. Harapannya narasumber memberikan semua ilmu dan pengalaman narasumber selama menjadi sekolah penggerak terutama dalam menyusun strategi perpindahan Fase E ke Fase F karena ini merupakan hal yang baru bagi.
Alhamdulillah pada angkatan 8,9,10 ini banyak dari peserta MGBK ini telah mendaftar seleksi calon guru penggerak. Bagi peserta ikuti dengan baik dan pahami dari penjelasan dari narasumber nantinya , pintanya.
Penutup harapannya semoga dengan mengikuti kegiatan ini, MGBK SMA Tanah Datar dapat meningkatkan profesionalitasnya sebagai guru bimbingan konseling disekolah masing-masing, tutupnya.
Delfita Yulianti,S.Pd sebagai narsumber memulai materi dengan penjelasan kepada peserta tentang catatan perubahan atas Kepmendikbudristek RI Nomor 56/M/2022 tentang pedoman penerapan kurikulum dalam rangka pemulihan pembelajaran sebagi dasar hokum dalam melaksanakan rancangan perpindahan fase. Selanjutnya dijelaskan tentang struktur kurikulum pada Fase F terutama tentang peraturan penetapan mata pelajaran pilihan dengan rinciannya.
Pada kesempatan ini, narasumber juga membagikan pengalamanya bersama dengan tim pengembang kurikulum sekolah serta guru BK dalam melaksanakan perpindahan Fase E ke Fase F beserta tantangan dan kendalanya. “Ini memang pekerjaan yang tidak mudah, perlu kerjasama dan kehati-hatian.
Akan tetapi bukannya tidak bisa kita laksanakan. Yang penting kita lakukan sesuai dengan peraturan yang ada. Inshaalloh, semuanya akan berjalan dengan baik” Lanjut narasumber.
Selanjutnya, guru BK sebagai sebuah profesi yang penting disekolah juga seharusnya mengikuti perkembangan terakhir tentang bagaimana transformasi penerimaan mahasiswa di perguruan tinggi sebagai sebuah keselarasan antara program kampus merdeka dengan kurikulum merdeka ditingkat pendidikan sebelumnya. Semua pembaruan tidak boleh tidak diketahui dan pahami dengan baik agar tercipta sebuah sinkronasi antara sekolah dengan perguruan tinggi. Pilihan siswa di SMA akan mempengaruhi pilihan mereka di perguruan tinggi. Untuk itu harus kita rencanakan dengan matang.Tambah Delfita Yulianti.
Dipenghujung kegiatan dilaksanakan diskusi dan sharing dari peserta MGBK dan narasumber serta pertanyaan-pertanyaan seputar Kurikulum Merdeka. ( RF )












