KABUPATEN SOLOK, FH 86 — Penguatan kehidupan keagamaan menjadi salah satu bagian penting dalam membangun masyarakat yang berkarakter dan memiliki kepedulian sosial. Hal itu tercermin dalam kehadiran Wakil Bupati Solok, H. Candra, S.H.I., pada pertemuan bulanan Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kecamatan Junjung Sirih di Masjid Baiturrahman, Koto Baru Tambak, Senin (26/10/2026).
Kegiatan tersebut menjadi ruang silaturahmi antara pemerintah daerah dan masyarakat, sekaligus memperkuat keberadaan majelis taklim sebagai wadah pembelajaran agama dan pembinaan akhlak di tengah kehidupan bermasyarakat.
Bagi masyarakat, majelis taklim bukan sekadar tempat mengikuti pengajian. Lebih dari itu, kegiatan keagamaan dapat menjadi sarana memperluas wawasan Islam, mempererat hubungan sosial, serta menanamkan nilai-nilai kebaikan dalam keluarga dan lingkungan sekitar.
Allah Meninggikan Derajat Orang Beriman dan Berilmu
Islam menempatkan iman dan ilmu pengetahuan sebagai dua unsur penting dalam kehidupan manusia. Keimanan memberikan arah moral dan spiritual, sementara ilmu menjadi bekal untuk memahami persoalan, bertindak bijaksana, dan memberikan manfaat bagi orang lain.
Prinsip tersebut ditegaskan dalam Al-Qur’an Surah Al-Mujadilah ayat 11, yang menjelaskan bahwa Allah SWT meninggikan derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.
Pesan ini relevan dalam kehidupan masyarakat saat ini. Kesalehan tidak hanya tercermin melalui ibadah personal, tetapi juga melalui perilaku yang jujur, kepedulian terhadap sesama, tanggung jawab, dan kesediaan berkontribusi bagi kepentingan bersama.
Karena itu, penguatan majelis taklim memiliki arti penting dalam membangun masyarakat yang tidak hanya memahami ajaran agama, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Silaturahmi dan Pembangunan Manusia
Kehadiran Wakil Bupati dalam pertemuan BKMT Junjung Sirih juga memperlihatkan pentingnya komunikasi antara pemerintah daerah dan unsur masyarakat, termasuk kelompok keagamaan.
Pembangunan daerah pada hakikatnya tidak hanya diukur melalui pembangunan fisik, peningkatan ekonomi, atau penyediaan fasilitas publik. Kualitas sumber daya manusia, pendidikan, pembinaan karakter, dan kehidupan sosial yang harmonis juga menjadi bagian penting dari kemajuan daerah.
Dalam konteks tersebut, majelis taklim dapat berperan sebagai mitra sosial dalam menumbuhkan kepedulian, memperkuat ketahanan keluarga, serta membangun lingkungan masyarakat yang religius dan saling mendukung.
Sinergi antara pemerintah, tokoh agama, pengurus BKMT, dan masyarakat diperlukan agar nilai-nilai keagamaan dapat berjalan seiring dengan upaya meningkatkan kesejahteraan dan kualitas kehidupan warga.
Pertemuan bulanan BKMT Kecamatan Junjung Sirih diharapkan terus menjadi ruang untuk merawat ukhuwah Islamiyah dan memperkuat kebersamaan masyarakat Kabupaten Solok.
Sebab, masyarakat yang kuat bukan hanya masyarakat yang berkembang secara ekonomi, melainkan juga masyarakat yang menjadikan iman sebagai pedoman, ilmu sebagai bekal, dan akhlak sebagai landasan dalam kehidupan bersama.(**)












