FAKTAHUKUM86.COM|LINTAU BUO – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tanah Datar menggelar kegiatan Bawaslu Goes to School di SMAN 2 Lintau Buo, Kamis (12/06/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Bawaslu dalam meningkatkan pemahaman generasi muda, khususnya pelajar, mengenai demokrasi, kepemiluan, dan pentingnya pengawasan partisipatif dalam penyelenggaraan pemilu.
Kegiatan yang berlangsung di aula sekolah tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Tanah Datar, Andre Aski, beserta tim, serta diikuti oleh majelis guru dan siswa-siswi SMAN 2 Lintau Buo dengan penuh antusias.
Dalam kesempatan tersebut, Andre Aski memaparkan tugas dan fungsi Bawaslu sebagai lembaga pengawas pemilu. Ia menjelaskan bahwa terdapat tiga tugas utama Bawaslu, yaitu mengawasi proses dan tahapan pemilu, melakukan penindakan terhadap pelanggaran pemilu, serta menyelesaikan sengketa proses pemilu.
“Bawaslu memiliki peran penting dalam memastikan seluruh tahapan pemilu berjalan sesuai aturan. Selain melakukan pengawasan, Bawaslu juga berwenang menindak pelanggaran dan menyelesaikan sengketa yang terjadi dalam proses pemilu,” jelas Andre Aski.
Pada kesempatan yang sama, Andre Aski juga memaparkan tugas dan wewenang Bawaslu Kabupaten Tanah Datar dalam mengawal jalannya demokrasi di daerah. Ia menjelaskan bahwa Bawaslu memiliki tugas melakukan pencegahan dan pengawasan terhadap seluruh tahapan pemilu dan pemilihan, menerima serta menindaklanjuti laporan dugaan pelanggaran, melakukan penelusuran terhadap temuan pelanggaran, serta mengoordinasikan pengawasan bersama jajaran pengawas di setiap tingkatan.
Selain itu, Bawaslu juga memiliki wewenang untuk menerima laporan dugaan pelanggaran, melakukan pemeriksaan dan kajian terhadap setiap laporan maupun temuan, memberikan rekomendasi kepada instansi terkait, serta menyelesaikan sengketa proses pemilu sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Menurutnya, tugas dan wewenang tersebut bertujuan untuk memastikan setiap tahapan pemilu berjalan secara jujur, adil, transparan, dan demokratis.
Selain menjelaskan tugas Bawaslu, Andre Aski juga memberikan pemahaman kepada para siswa mengenai pengertian pemilu dan tahapan pelaksanaannya. Ia menerangkan bahwa pemilu merupakan sarana pelaksanaan kedaulatan rakyat yang dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil untuk memilih pemimpin dan wakil rakyat.
Para siswa juga diperkenalkan dengan berbagai tahapan pemilu, mulai dari perencanaan, pendaftaran dan verifikasi peserta pemilu, pemutakhiran data pemilih, kampanye, masa tenang, pemungutan dan penghitungan suara, hingga penetapan hasil pemilu.
Dalam paparannya, Andre Aski juga menjelaskan mengapa pelaksanaan pemilu sangat penting dalam kehidupan demokrasi. Menurutnya, pemilu merupakan sarana bagi rakyat untuk menyalurkan hak politiknya dalam menentukan pemimpin dan wakil rakyat yang akan menjalankan amanah serta memperjuangkan kepentingan masyarakat. Melalui pemilu, rakyat memiliki kesempatan untuk menentukan arah pembangunan dan masa depan bangsa secara demokratis.
“Pemilu bukan hanya sekadar memilih pemimpin, tetapi merupakan wujud nyata kedaulatan rakyat. Karena itu, setiap warga negara yang telah memiliki hak pilih harus menggunakan haknya dengan bijak dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Andre Aski menambahkan bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas demokrasi. Oleh sebab itu, para pelajar sebagai calon pemilih pemula harus memahami proses demokrasi dengan baik, memiliki sikap kritis terhadap berbagai informasi, serta tidak mudah terpengaruh oleh hoaks maupun praktik politik uang.
Dalam kegiatan tersebut, Bawaslu Kabupaten Tanah Datar juga mengajak para siswa untuk turut berpartisipasi dalam pengawasan demokrasi sesuai dengan moto Bawaslu, “Bersama Rakyat Awasi Pemilu, Bersama Bawaslu Tegakkan Keadilan Pemilu.” Moto tersebut menjadi semangat untuk membangun pengawasan partisipatif yang melibatkan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga integritas dan kualitas demokrasi.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Para siswa tampak antusias mengajukan berbagai pertanyaan seputar pemilu, pengawasan partisipatif, serta peran masyarakat dalam menjaga pelaksanaan demokrasi yang jujur dan adil.
Mewakili Kepala SMAN 2 Lintau Buo, Koordinator Tata Usaha menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Kepala Sekolah karena sedang melaksanakan tugas kedinasan luar mengikuti rapat koordinasi di Kota Padang. Pada kesempatan tersebut, pihak sekolah juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Ketua Bawaslu Kabupaten Tanah Datar beserta tim yang telah memberikan edukasi dan wawasan kepada para siswa.
Ia menjelaskan bahwa nilai-nilai demokrasi sejatinya telah diterapkan di lingkungan SMAN 2 Lintau Buo melalui pelaksanaan pemilihan Ketua OSIS yang dilaksanakan menyerupai proses pemilu sesungguhnya. Mulai dari tahapan pencalonan, penyampaian visi dan misi oleh para kandidat, pembentukan panitia pemilihan, hingga pelaksanaan pemungutan suara menggunakan bilik dan kotak suara.
“Melalui kegiatan tersebut, siswa belajar secara langsung tentang demokrasi, kejujuran, tanggung jawab, serta pentingnya menggunakan hak pilih dengan baik. Karena itu, materi yang disampaikan oleh Bawaslu hari ini sangat relevan dan semakin memperkaya pemahaman siswa tentang kepemiluan,” ujarnya.
Pihak sekolah berharap sinergi antara Bawaslu Kabupaten Tanah Datar dan SMAN 2 Lintau Buo dapat terus terjalin dalam upaya membangun generasi muda yang sadar demokrasi, berintegritas, dan memiliki kepedulian terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kabupaten Tanah Datar berharap dapat melahirkan generasi muda yang sadar demokrasi, memiliki integritas, serta siap menjadi pemilih cerdas dalam setiap pelaksanaan pemilu di masa yang akan datang.( RF )
