PADANG | Jagat media sosial kembali diguncang oleh beredarnya sebuah video viral di platform TikTok yang menampilkan dugaan aktivitas pelansiran Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Koto Tangah. Video tersebut dengan cepat menyebar luas dan memantik keresahan di tengah masyarakat yang khawatir akan adanya praktik penyelewengan distribusi BBM bersubsidi.
Potongan video yang beredar memperlihatkan antrean kendaraan dengan narasi yang mengarah pada dugaan aktivitas pelansiran BBM di salah satu SPBU. Tanpa disertai penjelasan waktu dan konteks yang jelas, konten tersebut langsung memicu berbagai spekulasi liar di ruang publik digital.
Di tengah derasnya arus informasi yang belum terverifikasi, kekhawatiran masyarakat pun meningkat. Banyak yang mempertanyakan kondisi riil di lapangan dan mendesak adanya kejelasan dari pihak berwenang terkait kebenaran video tersebut.
Menyikapi situasi tersebut, jajaran Polsek Koto Tangah bergerak cepat melakukan penelusuran langsung ke lokasi yang disebut dalam video. Langkah ini diambil sebagai bentuk respons cepat aparat dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.
Kapolsek Koto Tangah, KOMPOL Aprino Bustami, S.H., turun langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi sebenarnya. Ia menegaskan bahwa pihak kepolisian tidak akan tinggal diam terhadap isu yang berpotensi menimbulkan keresahan publik.
Hasil penelusuran yang dilakukan secara menyeluruh akhirnya mengungkap fakta yang berbeda dari narasi yang beredar. Video viral tersebut dipastikan bukanlah kejadian baru, melainkan rekaman lama yang kembali diunggah tanpa keterangan waktu yang jelas.
Temuan ini sekaligus menjadi titik terang atas kebingungan masyarakat yang sempat mengira adanya aktivitas pelansiran BBM yang sedang berlangsung. Faktanya, kondisi di lapangan saat ini sudah jauh berbeda dan tidak sesuai dengan isi video.
Pihak kepolisian juga melakukan pengecekan langsung ke SPBU yang dimaksud dalam video. Pemeriksaan dilakukan dengan teliti guna memastikan tidak adanya aktivitas ilegal seperti yang dituduhkan dalam narasi viral tersebut.
Dari hasil pengecekan tersebut, tidak ditemukan adanya praktik pelansiran BBM maupun aktivitas mencurigakan lainnya. Situasi di SPBU terpantau aman, tertib, dan berjalan sebagaimana mestinya sesuai prosedur.
“Kami sudah lakukan pengecekan langsung di lapangan. Hasilnya, video tersebut adalah rekaman lama dan tidak sesuai dengan kondisi saat ini,” tegas KOMPOL Aprino Bustami kepada awak media.
Ia juga menyoroti pentingnya kehati-hatian masyarakat dalam menerima dan menyebarkan informasi di media sosial. Menurutnya, informasi yang tidak diverifikasi dapat dengan mudah memicu keresahan dan membentuk opini yang keliru.
Selama ini, pengawasan terhadap distribusi BBM di wilayah Koto Tangah terus dilakukan secara rutin oleh pihak kepolisian. Langkah ini bertujuan untuk memastikan penyaluran BBM berjalan sesuai aturan dan tidak disalahgunakan.
KOMPOL Aprino Bustami menegaskan komitmen aparat dalam menjaga stabilitas distribusi kebutuhan pokok masyarakat, termasuk BBM bersubsidi yang sangat vital bagi kehidupan sehari-hari.
Fenomena viralnya video lama dengan narasi baru menjadi tantangan serius di era digital saat ini. Informasi yang terpotong dan tidak utuh kerap kali menyesatkan serta memperkeruh suasana di tengah masyarakat.
Untuk itu, masyarakat diimbau agar tidak mudah percaya terhadap konten yang belum jelas sumber dan kebenarannya. Verifikasi informasi menjadi langkah penting sebelum menyebarkan kembali ke publik.
Selain itu, kesadaran dalam bermedia sosial juga diharapkan semakin meningkat agar ruang digital tidak dipenuhi oleh informasi yang menyesatkan dan berpotensi menimbulkan kegaduhan.
Dengan adanya klarifikasi tegas dari pihak kepolisian ini, diharapkan situasi tetap kondusif dan kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum semakin kuat. Polsek Koto Tangah memastikan akan terus responsif dalam menindaklanjuti setiap informasi yang beredar di tengah masyarakat.
Andri HD












