PASIR PENGARAIAN | Gelombang semangat keagamaan dan kebersamaan membanjiri halaman A Mesjid Agung Islamic Center Pasir Pengaraian, Minggu (26/4/2026), saat ribuan Muslimat Nahdlatul Ulama dari berbagai penjuru Rokan Hulu memadati lokasi dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) Muslimat NU ke-80.
Hamparan warna hijau yang mendominasi pakaian para jamaah menjadi pemandangan yang begitu memukau, mencerminkan kekompakan dan kekuatan perempuan Nahdliyin dalam menjaga nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.
Acara akbar tersebut berlangsung dengan penuh khidmat, sekaligus meriah, dihadiri oleh berbagai tokoh penting daerah dan organisasi keagamaan yang turut memberikan dukungan penuh terhadap eksistensi Muslimat NU.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ibu Bupati Rokan Hulu yang memberikan apresiasi tinggi terhadap peran strategis Muslimat NU dalam membangun moral dan spiritual masyarakat.
Tak hanya itu, Ketua PC Muslimat NU Rokan Hulu, Hanik Rokhana, S.Keb, tampil sebagai motor penggerak utama kegiatan yang sukses menghimpun ribuan jamaah dari seluruh wilayah kabupaten.
Ketua PCNU Rokan Hulu, H. Ahmad Nuri, juga tampak hadir bersama jajaran pengurus, mempertegas sinergi antara struktur organisasi NU dalam mengawal kegiatan keumatan.
Kehadiran Rois Syuriah PCNU Rokan Hulu, KH Mustofa Azhari, semakin menambah kekuatan spiritual dalam kegiatan tersebut, sekaligus memberikan legitimasi keulamaan dalam peringatan Harlah yang sakral ini.
Sorotan utama dalam acara ini adalah tausiyah yang disampaikan oleh KH Imam Muhayat dari Lampung, yang dengan gaya khasnya mampu menggugah hati ribuan jamaah yang hadir.
Dalam ceramahnya, KH Imam Muhayat menekankan pentingnya peran perempuan dalam menjaga keutuhan keluarga sebagai fondasi utama bangsa, sekaligus sebagai benteng moral di tengah derasnya arus globalisasi.
Ia juga mengajak seluruh Muslimat NU untuk terus memperkuat ukhuwah Islamiyah serta menjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah sebagai pedoman hidup.
Suasana semakin terasa khusyuk ketika para jamaah larut dalam lantunan doa dan dzikir yang dipimpin secara bersama-sama, menciptakan nuansa spiritual yang mendalam.
Antusiasme peserta terlihat sejak pagi hari, dengan kedatangan rombongan Muslimat NU dari berbagai kecamatan yang rela menempuh perjalanan jauh demi menghadiri momen bersejarah tersebut.
Kegiatan ini bukan sekadar peringatan seremonial, tetapi juga menjadi ajang konsolidasi kekuatan perempuan dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.
Momentum Harlah ke-80 ini juga dimaknai sebagai refleksi perjalanan panjang Muslimat NU dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya dalam bidang sosial, pendidikan, dan keagamaan.
Semangat kebersamaan yang terbangun dalam kegiatan ini menjadi bukti bahwa Muslimat NU tetap solid dan siap menjadi garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai keislaman yang moderat.
Dengan suksesnya penyelenggaraan acara ini, diharapkan Muslimat NU Rokan Hulu semakin kokoh dalam menjalankan perannya sebagai pilar penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Perayaan Harlah ke-80 Muslimat NU di Pasir Pengaraian pun meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta, menjadi energi baru untuk terus bergerak dan berkontribusi bagi umat dan bangsa.
Andri HD




