PADANG Kamis 26 Febbuari 2026 |Suasana sederhana di sebuah ruangan kecil di kawasan Ulak Karang berubah hangat dan penuh semangat ketika Komunitas DOUKA (Driver Online Ulak Karang) menggelar pertemuan internal membahas agenda buka bersama dan kegiatan berbagi takjil menjelang Ramadan. Duduk melingkar di sekitar meja kayu, para pengemudi online itu tak sekadar berbincang, tetapi merancang aksi nyata untuk menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Komunitas DOUKA, Andri, sosok yang akrab disapa para anggota sebagai penggerak utama kebersamaan komunitas. Dengan penuh optimisme, Andri menegaskan bahwa Ramadan bukan hanya tentang meningkatkan ibadah pribadi, tetapi juga momentum mempererat solidaritas dan memperluas kepedulian sosial.
“Buka bersama ini bukan sekadar makan bersama. Ini simbol kebersamaan kita. Dan berbagi takjil adalah wujud kepedulian DOUKA kepada masyarakat Ulak Karang,” ungkap Andri di hadapan anggota yang hadir.
Rapat itu juga dihadiri Wakil Ketua DOUKA, Desnawati, yang dikenal aktif mengoordinasikan kegiatan internal komunitas. Ia menegaskan pentingnya kekompakan seluruh anggota agar kegiatan sosial yang dirancang dapat berjalan lancar dan tepat sasaran. Menurutnya, keterlibatan semua pihak menjadi kunci suksesnya agenda Ramadan tahun ini.
Turut hadir pula Penasehat DOUKA, Zul Nasri Latif, yang memberikan arahan serta motivasi kepada para driver online tersebut. Ia mengingatkan bahwa komunitas bukan hanya wadah berkumpul, melainkan ruang untuk tumbuh bersama dan memberi dampak positif bagi lingkungan sekitar.
“Komunitas akan besar jika anggotanya solid. Jangan pernah lelah berbuat baik, sekecil apa pun itu,” pesan Zul Nasri Latif dengan penuh semangat.
Selain jajaran pengurus, rapat tersebut juga dihadiri anggota URC, Heru, serta Humas DOUKA, Akmal, yang siap mengawal publikasi dan dokumentasi kegiatan. Kehadiran mereka memperlihatkan keseriusan DOUKA dalam menata kegiatan agar lebih terstruktur dan memberi kesan positif di tengah masyarakat.
Diskusi berlangsung santai namun produktif. Para anggota saling bertukar ide terkait lokasi pembagian takjil, teknis pelaksanaan, hingga sumber pendanaan swadaya. Semangat gotong royong begitu terasa, mencerminkan kuatnya rasa persaudaraan di antara sesama driver online.
Bagi komunitas ini, berbagi takjil bukan hanya rutinitas tahunan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi sarana mempererat hubungan antara driver online dengan masyarakat sekitar, sekaligus menunjukkan bahwa profesi pengemudi online juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi.
Rencana buka bersama pun disusun dengan penuh antusias. Selain menjadi ajang silaturahmi antaranggota, kegiatan itu juga diharapkan menjadi momentum evaluasi perjalanan komunitas selama ini serta menyusun langkah ke depan agar DOUKA semakin solid dan berkembang.
Andri menekankan bahwa keberadaan DOUKA harus memberi nilai tambah, baik bagi anggota maupun lingkungan. Ia berharap kegiatan Ramadan ini menjadi contoh bahwa komunitas driver online mampu bergerak bersama dalam kebaikan.
Semangat kebersamaan yang terpancar dari wajah para anggota dalam pertemuan tersebut menjadi gambaran nyata bahwa DOUKA bukan sekadar komunitas profesi. Ia telah menjelma menjadi keluarga besar yang saling mendukung, berbagi, dan tumbuh bersama.
Dengan persiapan yang matang dan komitmen seluruh pengurus serta anggota, Komunitas DOUKA Ulak Karang optimistis kegiatan buka bersama dan berbagi takjil tahun ini akan berjalan sukses serta membawa keberkahan bagi semua pihak.
Ramadan pun disambut dengan semangat persatuan. Di tengah kesibukan menarik penumpang dan menembus padatnya jalanan Kota Padang, para driver online yang tergabung dalam DOUKA membuktikan bahwa kepedulian dan solidaritas tetap menjadi prioritas utama.
Komunitas DOUKA Ulak Karang sekali lagi menunjukkan bahwa kebersamaan adalah kekuatan. Dari ruang sederhana, lahir rencana besar untuk berbagi kebaikan kepada sesama.
TIEM













