
SUMBAR | Suasana lantai dua sebuah bangunan di kawasan Jalan Imam Bonjol, Kota Padang, Selasa sore itu terasa berbeda. Di ruangan sederhana tersebut, para tokoh senior pendiri Pemuda Pancasila Sumatera Barat berkumpul dalam satu tekad besar: membangun kembali soliditas organisasi yang mereka cintai sejak awal berdiri.
Pertemuan itu bukan sekadar temu kangen para senior. Ada kegelisahan yang mengendap, ada kecintaan yang tak pernah padam, dan ada panggilan moral yang memaksa mereka duduk bersama. Mereka merasa organisasi besar tidak boleh kehilangan arah di tengah perubahan zaman yang kian cepat.
Forum dipimpin langsung oleh Dr. Rosi Herman, ST., SH., MT., MH., didampingi Sekretaris Doni Rinaldi. Dengan nada tegas namun penuh ketenangan, Dr. Rosi membuka diskusi yang mengalir dinamis. Ia menekankan bahwa forum ini lahir bukan untuk menyalahkan, melainkan untuk meluruskan.
Menurut Dr. Rosi Herman, organisasi yang besar harus berani bercermin. Evaluasi bukanlah ancaman, melainkan kebutuhan. Tanpa keberanian memperbaiki diri, sebuah gerakan hanya akan menjadi nama besar tanpa ruh perjuangan.
Ia menegaskan militansi, loyalitas, dan keberpihakan kepada rakyat adalah fondasi utama yang tidak boleh luntur. Jika ingin kembali dihormati, maka perubahan harus dimulai dari dalam, dari kesadaran kolektif seluruh kader.
Nazar Tanjung turut menyuarakan kegelisahan yang sama. Dengan suara bergetar menahan emosi, ia menyampaikan bahwa kecintaan terhadap organisasi adalah alasan utama mereka berkumpul. Baginya, diam bukan pilihan ketika nilai-nilai perjuangan mulai terasa menjauh.
“Kita bukan hendak menghujat. Kita ingin membenahi. Organisasi ini dibangun dengan pengorbanan. Jangan sampai kehilangan makna di tengah masyarakat,” tegas Nazar, menegaskan bahwa perubahan adalah bentuk tanggung jawab, bukan perlawanan.
Tokoh senior Jamalus Dt. mengajak seluruh kader kembali ke semangat awal berdirinya organisasi. Ia mengingatkan bahwa kekuatan terbesar terletak pada persatuan dan ketulusan niat. Tanpa itu, organisasi hanya akan rapuh oleh kepentingan sesaat.
Sekretaris Forum, Doni Rinaldi, memandang pertemuan ini sebagai jembatan lintas generasi. Ia menilai pengalaman para pendiri adalah kompas moral yang harus diwariskan kepada kader muda agar tidak kehilangan arah dalam dinamika organisasi.
Satu per satu tokoh yang hadir menyampaikan pandangan. Rusli menekankan soliditas sebagai syarat mutlak kebangkitan. Ahmad Tamboi mengingatkan pentingnya kehadiran nyata di tengah masyarakat. Hartos menilai pembenahan harus menyentuh hingga akar rumput agar tidak berhenti pada wacana.
Juprardi melihat forum ini sebagai titik awal kebangkitan baru. Eka berharap generasi muda lebih dirangkul dan diberi ruang. Agusman BL menegaskan pentingnya menjaga marwah agar organisasi tetap dihormati. Sementara A. Taufik mengajak seluruh kader menanggalkan ego demi persatuan.
Sebanyak sebelas tokoh senior tercatat hadir dalam konsolidasi tersebut. Kehadiran mereka mencerminkan kuatnya ikatan emosional dan tanggung jawab moral terhadap masa depan organisasi di Sumatera Barat.
Diskusi tidak berhenti pada refleksi. Forum juga membahas langkah konkret, mulai dari penguatan kegiatan sosial, mempererat solidaritas kader, hingga membangun kembali kepercayaan publik. Gagasan menghidupkan kembali tradisi kebersamaan pun mengemuka sebagai simbol persatuan.
Para senior sepakat bahwa kepemimpinan ke depan harus dipegang figur yang berintegritas, militan, dan berani memperjuangkan kepentingan bersama. Organisasi besar, menurut mereka, hanya akan bertahan jika dipimpin oleh sosok yang mampu menjadi teladan, bukan sekadar pengendali.
Menjelang senja, pertemuan itu ditutup dengan optimisme yang terasa menguat. Forum Senior menegaskan komitmennya untuk terus menjadi penjaga nilai perjuangan, memastikan organisasi tetap berada di jalur pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
Konsolidasi ini menjadi penanda bahwa para pendiri belum selesai. Mereka masih berdiri, masih peduli, dan masih siap mengawal perubahan agar organisasi tetap hidup, relevan, dan bermartabat di tengah arus zaman yang terus bergerak maju.
Andri HD












