OPINI  

Hidup ini bukan karna siapa yang baik dan buruk, Bukan pula karna siapa yang benar dan salah

CERITA JERITAN HATI MANUSIA; Hidup ini bukan karna siapa yang baik dan buruk, hidup ini bukan karna siapa yang benar dan salah, Sabtu 26/02/2022.

Namun hidup ini bagaimana kita mampu sama-sama saling introfeksi diri, bukan emosi. Terkadang salah mengartikan sebuah kata, hingga menjadi sebuah petaka, terkadang menuduh tanpa fakta sehingga jadi hancurnya rumah tangga.

Dikarenakan hidup berumah tangga adalah, bagaimana kita bisa menerima dan membuktikan bawasanya dua insan manusia laki-laki dan wanita menjadi ikatan yang saklar layaknya pasangan suami istri, yang di ikat oleh bismillah pernikahan yang sah.

Menjadi keluarga yang sakinah mawadah warohmah, jika setiap permasalahan saling mengedepan kan yang paling benar, siapa yang paling benar, maka sampai di mana pun tidak akan pernah menemukan ke utuhan rumah tangga seperti yang di impikan.

Pernikahan itu adalah buktinya suatu perasaan yang saling menyayangi, hingga terikatnya perasaan cinta itu menjadi sebuah pernikahan dan menjadi pasangan suami istri.

Namun bisa kah kamu fahami, apa itu pernikahan, orang yang bisa memahami sebuah pernikahan tak kan mungkin membuat pernikahannya sia sia dan hancur luluh bagai kan di hempas sunami, bagai mana pun pahitnya rumah tangga yang kita bina, harus mampu mempertahan kan suatu rumah tangga sebagai mana mestinya, yang benar sudah mungkin salah, dan yang salah sudah pasti ada benarnya, itulah kehidupan.

Namun jika dirimu sudah merasa paling benar, dan selalu mengucilkan sebuah permasalahan, itu akan membuat hidup mu semakin sakit dan bahkan lebih sulit,
Karna kenapa.? Karna sejatinya hidup berumah tangga itu yang paling baik dan di benarkan,.

Oleh karna itu kita harus sama-sama belajar dan jangan bosan untuk belajar,
Saling berpesan dalam kebaikan,
Belajar dari masa lalu kita masing masing, belajarlah bagai mana kita hidup berumah tangga ini bisa membuat hidup kita lebih baik dari sebelumnya.

Perpisahan sebenarnya bukan suatu solusi yang tepat, perpisahan bukan suatu ajang bergengsi, perpisahan bukan suatu perlombaan, namun perpisahan dalam rumah tangga adalah hal yang paling di benci Allah SWT.

Saat kita memiliki pasangan suami atau pun istri, maka hidup kita akan lebih lengkap, kala istri sedang sakit, suami yang mengurusnya, saat suami sedang sakit, istri sudah barang tentu mengurus pula, itu lah contoh kecil dalam rumah tangga.

Ingatkah saat kamu sedang terbaring sakit, ingat kah pada saat itu siapa yang setia mengurusmu hingga terbangun sehat seperti sedia kala.

Ingatlah saat kita bercanda ria,
Ingatlah saat kita saling bermanja
Ingatlah saat kita saling merindu
Ingatlah saat kita saling mebuat pasangan tertawa bersama,

Ingatlah saat kita pergi ke sebuah tempat, bahagianya tiada duanya,
Mampukah kamu melupakan sebuah perjalanan hidup meskipun hubungan itu belum terlalu lama, kenangan demi kenangan, kini sudah terpisah karna sebuah ke egoisan dua insan yang tak mampu di bendung lagi.

Semoga cerita ungkapan hati ini bisa membuat aku dan kamu saling menyadari, akan kesalahan yang ada pada diri kita masing masing

Dan semoga sebelum semua menjadi terlalu dalam, sama-sama mampu membenahi bahtera rumah tangga

Saling memaafkan, saling mengingatkan
Saling berpesan, saling berbagi kasih dalam kebahagiaan.

(*UNGKAPAN PERASAAN, NYATA APA ADANYA*)

(*DIMAS MR*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *