BERITA  

Aksi Sigap Masyarakat Talamau Selamatkan Jalan Polongan 6, Excavator Dipaksa Putar Balik ke Simpang 4

PASAMAN BARAT | Kepedulian masyarakat terhadap keselamatan bersama kembali terlihat di Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat. Warga secara kompak berhasil mencegah satu unit alat berat jenis excavator melintas di ruas Jalan Polongan 6 yang kini mengalami kerusakan parah dan berada dalam kondisi sangat rawan, Minggu, 10 Mei 2026.

Kondisi badan jalan di kawasan tersebut diketahui sudah mengalami ambruk pada sebagian sisi jalan. Retakan tanah yang semakin melebar membuat masyarakat khawatir jika kendaraan bertonase berat tetap dipaksakan melintas, maka jalan bisa putus total dan mengisolasi akses masyarakat.

Peristiwa itu terjadi saat satu unit excavator datang dari arah Simpang 4 menuju jalur lintas Polongan 6. Kehadiran alat berat tersebut langsung mengundang perhatian warga sekitar yang sejak beberapa waktu terakhir terus memantau kondisi jalan yang semakin membahayakan.

Tanpa menunggu lama, masyarakat langsung menghentikan laju excavator dan memberikan penjelasan kepada pengemudi mengenai kondisi badan jalan yang sudah separuh ambruk dan tidak layak dilalui kendaraan berat. Suasana berlangsung tertib dan penuh komunikasi yang baik antara warga dan operator alat berat.

Warga menegaskan bahwa tindakan tersebut bukan untuk menghambat aktivitas, melainkan bentuk kepedulian demi mencegah kerusakan yang lebih parah serta menjaga keselamatan pengguna jalan lainnya yang setiap hari melintasi kawasan tersebut.

“Jalan di Polongan 6 ini sudah sangat rawan, separo badan jalan sudah ambruk. Kalau excavator dipaksakan lewat, kami khawatir jalan akan putus total dan membahayakan masyarakat,” ujar salah seorang warga di lokasi kejadian.

Kondisi jalan yang terus mengalami penurunan struktur tanah membuat masyarakat semakin waspada. Beberapa titik terlihat mengalami longsoran kecil dan badan jalan mulai menyempit akibat terkikis hujan serta beban kendaraan yang melintas setiap harinya.

Setelah menerima penjelasan dari masyarakat, operator excavator akhirnya memilih memutar balik kendaraan menuju arah Simpang 4 dan tidak melanjutkan perjalanan melalui jalur Polongan 6. Keputusan tersebut disambut lega oleh masyarakat yang sejak awal khawatir akan dampak yang ditimbulkan.

Aksi spontan masyarakat itu mendapat perhatian dari warga lainnya karena dinilai sebagai bentuk kepedulian bersama dalam menjaga fasilitas umum yang menjadi akses utama penghubung aktivitas masyarakat di wilayah Talamau dan sekitarnya.

Jalan Polongan 6 sendiri diketahui merupakan salah satu jalur penting bagi mobilitas warga, distribusi hasil pertanian, hingga akses ekonomi masyarakat. Jika jalan tersebut sampai putus total, maka dampaknya diperkirakan akan sangat besar terhadap aktivitas masyarakat setempat.

Masyarakat berharap pemerintah daerah segera turun tangan melakukan penanganan serius terhadap kondisi jalan yang rusak parah tersebut. Perbaikan darurat dinilai sangat dibutuhkan sebelum kerusakan semakin meluas akibat cuaca dan tingginya aktivitas kendaraan.

Selain itu, warga juga meminta adanya pengawasan terhadap kendaraan bertonase besar yang melintas di kawasan rawan longsor agar tidak mempercepat kerusakan badan jalan yang sudah berada dalam kondisi kritis.

Di tengah keterbatasan, masyarakat Talamau menunjukkan bahwa kepedulian sosial dan kebersamaan masih menjadi kekuatan utama dalam menjaga keselamatan lingkungan sekitar. Langkah cepat warga dinilai berhasil mencegah kemungkinan terburuk yang dapat memutus akses jalan utama di daerah tersebut.

Warga pun mengimbau seluruh pengguna kendaraan, khususnya kendaraan berat, untuk sementara waktu menghindari jalur Polongan 6 sampai adanya penanganan dan perbaikan dari pihak terkait demi keselamatan bersama.

TIM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *