FAKTAHUKUM86.COM|SIJUNJUNG – Gelombang dukungan terhadap Musyawarah Besar (MUBES) Forum Dinamika Sumatera Barat (FDSB) 2026 terus berlanjut. Kali ini datang dari kalangan akademisi. DR. Adli, tokoh akademisi yang berasal dari Kabupaten Solok dan berdomisili di Kabupaten Sijunjung, menyatakan sikap resmi mendukung penuh penyelenggaraan MUBES FDSB 2026 di Kota Padang pada 12 September 2026 mendatang.
Dukungan tersebut disampaikan DR. Adli di Sijunjung, Rabu (6/5/2026). Ia menilai MUBES FDSB adalah forum strategis untuk merumuskan arah baru pembangunan Sumatera Barat berbasis kolaborasi intelektual dan kultural.
“MUBES FDSB 2026 adalah ruang dialektika gagasan yang sangat dibutuhkan Sumbar hari ini. Saya mendukung penuh pelaksanaannya di Kota Padang. Forum ini harus menjadi jembatan antara kampus, nagari, rantau, dan pemerintah,” tegas DR. Adli.
DR. Adli juga menitipkan harapan kepada panitia pelaksana MUBES FDSB 2026 yang akan dibentuk melalui rapat di Kota Padang pada Sabtu, 6 Juni 2026.
“Panitia yang terbentuk nanti saya harap dapat bekerja secara maksimal, objektif, dan inklusif. Libatkan semua unsur. Hasil MUBES harus aplikatif dan membumi, tidak berhenti di tataran wacana,” ujarnya.
Pendiri Utama WAG FDSB, Nof Hendra, menyampaikan apresiasi atas dukungan dari kalangan akademisi tersebut. Menurutnya, keterlibatan cendekiawan menjadi kunci kualitas MUBES.
“Terima kasih atas atensi dan dukungan DR. Adli. Masukan dari dunia kampus sangat kami butuhkan. Kami juga mengajak seluruh tokoh Minang Sumbar, baik di kampung halaman maupun di perantauan dalam dan luar negeri, untuk berpartisipasi aktif menyukseskan MUBES di Kota Padang tercinta ini,” ucap Nof Hendra.
Nof Hendra turut memohon doa, bantuan, dan dukungan moril maupun material dari semua pihak demi kelancaran MUBES FDSB 2026.
“FDSB adalah mitra kritis pemerintah sekaligus wadah pemersatu masyarakat, para perantau, dan insan pers untuk Sumatera Barat yang lebih baik, maju, bermartabat, dan bermanfaat untuk semua lapisan masyarakat,” pungkasnya.
MUBES FDSB 2026 dijadwalkan akan dihadiri ratusan tokoh masyarakat, tokoh perantau, insan pers, akademisi, tokoh adat, alim ulama, cadiak pandai, bundo kanduang, birokrat, TNI/Polri, tokoh pemuda, aktivis mahasiswa, dan utusan nagari dari berbagai profesi & status sosial.












