LAMPUNG BARAT | Kebijakan pemanfaatan teknologi digital dalam pelaksanaan Ujian Tengah Semester (UTS) untuk siswa Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung. menuai sorotan tajam. Khususnya yang terjadi di SD N 1 Way Mengaku kecamatan Balik Bukit, implementasi kebijakan ini dinilai belum mempertimbangkan kondisi riil di lapangan, sehingga justru berpotensi menjadi langkah yang kontraproduktif dan merugikan peserta didik.
Visi modernisasi pendidikan harusnya sejalan dengan kesiapan infrastruktur, kemampuan siswa, serta daya dukung ekonomi keluarga. Namun faktanya, konsep ini diterapkan secara terburu-buru dan lepas dari konteks sosial-ekonomi masyarakat setempat.
Riyan, selaku orang tua siswa di SD N 1 Way Mengaku yang juga mewakili suara dari bebera wali murid lainnya, menilai kebijakan mewajibkan penggunaan HP Android ini sangat tidak tepat sasaran.
“Kami sangat keberatan dengan aturan ini. Kebijakan UTS menggunakan HP Android ini tidak masuk akal. Ini memaksa kami orang tua harus menyediakan perangkat, bahkan jika terpaksa harus berhutang, demi anak bisa mengikuti ujian. Padahal, anak usia SD hanya mengenal hiburan seperti YouTube, belum paham mengoperasikan sistem ujian yang rumit, dan tidak semua keluarga mampu membelinya,” ungkap Riyan.
Menurutnya, sistem berbasis digital seperti ini seharusnya lebih cocok diterapkan untuk jenjang SMP atau SMA/SMK yang memang sudah diajarkan materi komputer secara mendalam.
Kritikan semakin memuncak setelah terbukti sistem yang diterapkan justru gagal total dan merugikan siswa di sekolah Tersebut.
“Baru beberapa hari ini kami mendapat kabar bahwa nilai UTS anak-anak di SD N 1 Way Mengaku justru mendapat angka Nol (0) secara serentak di seluruh kelas. Alasannya karena aplikasi atau sistem yang digunakan mengalami gangguan (error). Padahal anak-anak sudah berusaha mengerjakan soal dengan sungguh-sungguh. Ini sangat merugikan,” tegasnya.
Disamping itu, Samapi berita ini terbit belum ada tanggapan resmi dari pihak dinas atau pun pihak SD N 1 Way Mengaku (DEDI)












