AROSUKA (faktahukum86.com) — Wakil Bupati Solok, H. Candra, S.H.I., langsung turun ke lokasi bencana banjir bandang atau galodo yang menerjang kawasan Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok, Arosuka, Kecamatan Gunung Talang, Senin malam (21/9/2026).
Candra berada di lokasi bersama Ketua DPRD Kabupaten Solok Ivoni Munir, pimpinan DPRD, serta sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk melihat langsung kondisi kawasan yang diterjang material lumpur, batu, pasir, kayu dan air bah sekaligus mengoordinasikan penanganan awal bencana.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 19.45 WIB, setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Kabupaten Solok sejak sore. Berdasarkan data awal penanganan bencana, galodo bersumber dari hulu Sungai Batang Laso. Longsoran bukit di sepanjang aliran sungai kemudian membawa material dalam jumlah besar hingga menerjang kawasan Kompleks Perkantoran Pemkab Solok di Arosuka.
Laporan media pada malam kejadian juga menyebutkan material galodo menutup ruas Jalan Raya Solok–Padang di sekitar kawasan Arosuka sehingga akses kendaraan sempat terganggu.
*Wabup Candra Pantau Langsung Penanganan*
Di tengah kondisi malam yang masih diliputi hujan dan material banjir yang memenuhi kawasan perkantoran, Wabup Candra bersama unsur pimpinan daerah memantau titik-titik terdampak.
Kehadiran Wabup di lapangan difokuskan pada penanganan warga terdampak, pendataan kerusakan, evakuasi korban serta koordinasi antarinstansi.
Informasi mengenai Candra sebagai Wakil Bupati Solok juga terkonfirmasi melalui kanal resmi Pemkab Solok yang mencantumkan H. Candra, S.H.I. sebagai Wakil Bupati Solok.
Dalam penanganan awal, Candra didampingi Ketua DPRD Kabupaten Solok Ivoni Munir, Wakil Ketua DPRD, serta sejumlah OPD terkait. Ivoni Munir sebelumnya tercatat memimpin DPRD Kabupaten Solok dan didampingi Wakil Ketua DPRD Armen Plani dan Mukhlis.
*Galodo Bawa Lumpur, Batu dan Kayu*
Berdasarkan kronologi awal, hujan yang mengguyur Kabupaten Solok sejak sore menyebabkan kenaikan debit sejumlah aliran sungai, terutama di sekitar Jorong Kayu Aro, Kecamatan Gunung Talang.
Intensitas hujan yang tinggi kemudian memicu longsor pada bukit di belakang kawasan perkantoran Bupati. Material longsoran berupa pasir, batu, lumpur dan air terbawa arus deras hingga masuk ke kawasan Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok.
Material tersebut kemudian meluap hingga mencapai badan Jalan Raya Solok–Padang yang berada di sekitar kawasan perkantoran.
Sejumlah laporan lapangan pada malam kejadian juga mencatat bahwa material lumpur, batu dan kayu menutup akses Solok–Padang sehingga petugas mengimbau masyarakat menggunakan jalur alternatif.
*Empat Orang Dilaporkan Mengalami Luka*
Data sementara mencatat empat orang mengalami luka, terdiri dari tiga korban luka ringan dan satu korban luka berat.
Korban luka ringan yakni:
– Muslihat (54), laki-laki, asal Kediri, menjalani rawat jalan di RSUD Arosuka.
– Anggiat Sirait (66), laki-laki, warga Nagari Koto Gaek Guguk, menjalani observasi pascatrauma di RSUD Arosuka.
– Yurnalis (45), laki-laki, warga Jorong Kayu Aro, Nagari Batang Barus
– ASN PPPK paruh waktu pada Bapenda Kabupaten Solok. Korban mengalami sakit pada tangan kiri dan kaki akibat terkena material galodo.
Sementara korban luka berat adalah Muhammad Nur Zen (56), laki-laki, ASN PPPK paruh waktu pada Bagian Umum Setda Kabupaten Solok yang berdomisili di Perumahan Clemira River View, Jorong Kayu Aro.
Muhammad Nur Zen mengalami fraktur pada alat gerak bawah disertai perdarahan dan telah dirujuk ke Semen Padang Hospital (SPH), Kota Padang.
*Sejumlah Kantor Pemkab Solok Terdampak*
Galodo menyebabkan sejumlah gedung pemerintahan tertimbun material dengan ketebalan berbeda.
Rusak berat:
– Kantor Dinas PUPR, tertimbun material sekitar 30 sentimeter.
– Kantor DPMN, tertimbun material sekitar 20 sentimeter.
Rusak ringan/terdampak material:
– Kantor DPRD, sekitar 60 sentimeter.
– Kantor Bapenda, sekitar 40 sentimeter.
– Kantor Bapelitbang, sekitar 40 sentimeter.
– Kantor Inspektorat Daerah, sekitar 30 sentimeter.
– Kantor Dinas Pariwisata, sekitar 40 sentimeter.
– Kantor Dinas Pertanian, sekitar 40 sentimeter.
– Kantor Dinas Kesehatan, sekitar 40 sentimeter.
– Kantor BKPSDM, sekitar 20 sentimeter.
Laporan media pada malam kejadian juga mengonfirmasi kawasan kantor pemerintahan Kabupaten Solok menjadi salah satu titik yang terdampak material galodo.
Tujuh Kendaraan Ikut Terdampak
Sedikitnya tujuh kendaraan tercatat terdampak, terdiri dari:
1. Satu mobil Dinas Pertanian jenis Isuzu Panther.
2. Satu mobil Dinas Pertanian jenis L-300 Pickup.
3. Satu mobil Dinas Kesehatan jenis Kijang Kapsul.
4. Satu mobil Dinas Kesehatan jenis Toyota Minibus.
5. Satu mobil masyarakat jenis Toyota Avanza warna putih.
6. Satu mobil masyarakat jenis Toyota Avanza warna silver.
7. Satu mobil masyarakat jenis Kijang Super warna orange.
Untuk kendaraan sepeda motor, jumlahnya belum diketahui dan masih dalam pendataan.
*Sekitar 100 Rumah Diperkirakan Terdampak*
Selain kawasan pemerintahan, material banjir bandang juga berdampak terhadap permukiman masyarakat.
Data sementara memperkirakan sekitar 100 unit rumah terdampak material galodo. Namun, jumlah tersebut masih bersifat sementara karena pendataan lengkap masih dilakukan BPBD Kabupaten Solok.
Data kerusakan lahan pertanian juga masih dalam proses pendataan.
*Jembatan dan Masjid Ikut Terdampak*
Bencana juga berdampak terhadap fasilitas umum.
Satu unit jembatan penghubung jalan utama Arosuka tertimbun material sehingga belum dapat dilalui. Selain itu, Masjid Kayu Aro juga dilaporkan tertimbun material longsor.
Kondisi tersebut membuat penanganan di kawasan terdampak harus dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan keselamatan warga dan petugas.
*Sekitar 50 Warga Mengungsi*
Data sementara mencatat sekitar 50 orang mengungsi ke sejumlah lokasi aman, yakni:
– Mapolres Solok
– Rumah Dinas Wakil Bupati Solok
– Kantor DPD Partai Golkar Kabupaten Solok
Rumah dinas Wakil Bupati Candra juga dilaporkan dibuka untuk warga yang membutuhkan tempat pengungsian setelah galodo menerjang Arosuka.
*Tim Gabungan Dikerahkan*
Penanganan awal bencana dipimpin langsung oleh Kapolres Solok AKBP Rini Anggraini, SS, S.I.K.
Tim gabungan yang terlibat terdiri dari:
– Dit Samapta Polda Sumbar;
– Sat Brimob Polda Sumbar;
– BPBD Provinsi Sumbar;
– Polres Solok;
– Polsek Gunung Talang;
– Kodim 0309 Solok;
– BPBD Kabupaten Solok;
– BPBD Kota Solok.
Sebanyak tiga unit alat berat juga dikerahkan ke lokasi, terdiri dari satu excavator, satu wheel loader dan satu beko dozer untuk membuka akses dan membersihkan material banjir bandang.
Hingga Selasa (22/9/2026), proses pendataan dampak dan penanganan di sejumlah titik masih berlangsung. Kondisi di lapangan masih dapat berubah seiring proses pembersihan dan asesmen petugas.
Masyarakat di kawasan terdampak diimbau tetap berhati-hati, menghindari lokasi yang masih berbahaya, serta mengikuti arahan petugas dan informasi resmi pemerintah, mengingat potensi bencana susulan masih perlu diwaspadai. MR










