BERITA  

Rp3,1 Miliar untuk Jalan Koto Baru Aie Dingin, Wabup Candra Tekankan Drainase

FAKTA HUKUM 86, SOLOK — Pemerintah Kabupaten Solok menyiapkan anggaran sekitar Rp3,1 miliar untuk penanganan ruas jalan di Jorong Koto Baru, Nagari Aie Dingin, Kecamatan Lembah Gumanti. Wakil Bupati Solok H. Candra, S.H.I., meminta pembangunan tidak berhenti pada pengaspalan, tetapi juga memperhatikan sistem drainase.

Hal itu disampaikan Candra saat meninjau kondisi jalan tersebut bersama jajaran pemerintah daerah dan masyarakat, Senin (14/9/2026).

Menurut Candra, persoalan drainase menjadi salah satu faktor yang berpotensi mempercepat kerusakan jalan. Saat hujan, limpasan air yang tidak tertangani dengan baik dapat menggenangi badan jalan dan mengganggu aktivitas masyarakat.

“Ketika hujan, drainase belum tersedia dengan baik. Air akhirnya menggenangi jalan dan kondisi ini tentu membuat jalan lebih cepat rusak,” kata Candra.

Ia meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) memasukkan kebutuhan drainase dalam perencanaan teknis pekerjaan. Infrastruktur pendukung seperti gorong-gorong maupun jembatan yang kondisinya tidak lagi memadai juga diminta ikut diperhatikan.

“Aspirasi masyarakat jelas, sebelum atau bersamaan dengan perbaikan jalan, drainasenya juga harus diperhatikan. Kalau ada gorong-gorong atau jembatan yang sudah tidak kokoh, tentu perlu ditangani dengan konstruksi yang lebih kuat,” ujarnya.

Kabid PUPR Kabupaten Solok, Heru, mengatakan survei awal terhadap ruas jalan tersebut telah dilakukan bersama Pemerintah Nagari Aie Dingin. Hasil survei menjadi salah satu dasar dalam penyusunan rencana penanganan.

Ruas jalan yang akan ditangani memiliki panjang sekitar 1,3 kilometer dengan anggaran sekitar Rp3,1 miliar. Pekerjaan utama berupa pengaspalan badan jalan, sementara bagian bahu jalan direncanakan diperkuat menggunakan konstruksi beton.

Heru mengatakan kebutuhan drainase akan ditentukan berdasarkan kondisi eksisting di lapangan. Penanganan saluran secara menyeluruh, kata dia, juga perlu disesuaikan dengan kemampuan anggaran karena akan berpengaruh terhadap panjang ruas yang dapat ditangani.

“Rencana penanganan tetap dilakukan melalui pengaspalan, sementara bahu jalan diperkuat dengan beton. Untuk drainase, kami akan melihat kondisi saluran yang ada dan menanganinya sesuai kebutuhan di lapangan,” kata Heru.

Candra menegaskan anggaran Rp3,1 miliar harus menghasilkan pekerjaan yang berkualitas dan memiliki daya tahan. Menurutnya, perencanaan tidak boleh hanya mempertimbangkan kondisi permukaan jalan, tetapi juga faktor lingkungan yang memengaruhi umur konstruksi.

“Anggaran Rp3,1 miliar ini harus dimanfaatkan secara maksimal. Jalan akan diaspal dan bahu kiri-kanannya diperkuat dengan beton. Yang paling penting, hasil pembangunan ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan tidak mudah rusak,” tegasnya.

Peninjauan dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah memastikan kebutuhan masyarakat menjadi pertimbangan dalam penanganan infrastruktur.

Candra berharap pembangunan ruas jalan tersebut nantinya tidak hanya memperbaiki permukaan jalan, tetapi juga mampu mengurangi persoalan genangan yang selama ini dikeluhkan masyarakat.

Dalam peninjauan itu, Candra didampingi Camat Lembah Gumanti Andi Sofiani, S.Sos., Wali Nagari Aie Dingin, Wali Nagari Aie Dingin terpilih Endara Putra Gunawan (EPG), jajaran PUPR Kabupaten Solok, serta masyarakat setempat. MR