FAKTA HUKUM 86, ALAHAN PANJANG Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) serentak di 23 nagari Kabupaten Solok, Rabu (9/9/2026), berlangsung dalam suasana relatif aman dan kondusif. Wakil Bupati Solok H. Candra, S.H.I. mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan pesta demokrasi di tingkat nagari tersebut.
Pernyataan itu disampaikan H. Candra saat makan siang bersama Kapolres Solok di Alahan Panjang, setelah keduanya melakukan monitoring pelaksanaan Pilwana di sejumlah lokasi berbeda.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Solok, kami menyampaikan selamat kepada seluruh masyarakat Kabupaten Solok atas terlaksananya Pilwana serentak di 23 nagari. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah ikut menyukseskan proses ini,” ujar H. Candra.
Ia menyampaikan penghargaan kepada panitia pemilihan, P2WN, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari (DPMN), pemerintah kecamatan, pemerintah nagari, serta seluruh unsur yang terlibat dalam penyelenggaraan Pilwana.
Apresiasi juga diberikan kepada jajaran TNI dan Polri, khususnya Polres Solok, Satpol PP dan seluruh personel pengamanan yang bertugas menjaga keamanan selama proses pemungutan suara.
“Terima kasih kepada Kapolres Solok beserta seluruh jajaran, TNI, Satpol PP dan semua unsur pengamanan. Kita bersyukur pelaksanaan pemungutan suara dapat berlangsung aman dan kondusif,” katanya.
Memasuki tahapan setelah pemungutan suara, H. Candra mengingatkan kandidat maupun pendukung untuk tetap menjaga ketertiban dan menghormati proses yang sedang berjalan.
Ia menegaskan, kandidat yang memiliki keberatan terhadap proses atau hasil pemilihan tidak perlu mengambil tindakan di luar ketentuan yang berlaku.
“Kalau ada kandidat yang merasa keberatan terhadap proses maupun hasil pemilihan, silakan gunakan mekanisme yang sudah diatur. Sampaikan melalui jalur resmi. Kita hormati mekanisme penyelesaian yang berlaku,” tegasnya.
Menurutnya, mekanisme penyelesaian keberatan merupakan bagian penting dalam menjaga kepastian hukum sekaligus memastikan setiap persoalan Pilwana dapat diselesaikan secara objektif.
H. Candra juga mengingatkan agar perbedaan hasil pemilihan tidak berkembang menjadi konflik di tengah masyarakat.
“Perbedaan pilihan adalah bagian dari demokrasi. Jangan sampai perbedaan tersebut memutus silaturahmi. Setelah kontestasi selesai, mari kita kembali bersama-sama membangun nagari,” ujarnya.
H. Candra menegaskan Pemerintah Kabupaten Solok mempunyai tanggung jawab untuk memastikan pelaksanaan Pilwana berjalan berdasarkan prinsip jujur dan adil (jurdil) serta sesuai ketentuan yang berlaku.
“Pemerintah Kabupaten Solok bertanggung jawab menjaga prinsip pemilihan yang jujur dan adil. Seluruh proses harus berjalan sesuai aturan dan pilihan masyarakat harus dihormati,” katanya.
Ia juga mengapresiasi seluruh kandidat yang telah mengikuti kontestasi serta masyarakat yang datang ke TPS menggunakan hak pilihnya.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh kandidat yang telah ikut dalam proses demokrasi dan kepada masyarakat yang telah hadir di TPS menggunakan hak pilih. Partisipasi masyarakat merupakan bagian penting dari keberhasilan Pilwana,” ujar H. Candra.
Ia berharap seluruh kandidat dapat menerima proses demokrasi secara dewasa dan menjaga suasana tetap kondusif hingga seluruh tahapan Pilwana selesai.
“Siapapun yang nantinya mendapat amanah masyarakat harus menjadi wali nagari bagi seluruh masyarakat. Mari kita hormati hasil dan proses yang ada, kemudian bersama-sama membangun nagari,” pungkasnya. MR










