FAKTA HUKUM 86, SOLOK,- Wakil Bupati Solok H. Candra, S.H.I., mengajak masyarakat, terutama generasi muda, mengubah cara pandang terhadap sektor pertanian. Menurutnya, bertani bukan lagi sekadar pekerjaan tradisional, tetapi dapat menjadi sumber pendapatan yang menjanjikan sekaligus investasi untuk masa depan.
Pesan tersebut disampaikan Candra saat meninjau langsung lahan pertanian masyarakat di Jorong Anau Kadok, Nagari Talang, Kabupaten Solok, Selasa (8/9/2026).
Dalam kunjungan itu, Candra melihat langsung perkebunan kopi dan tanaman bawang merah yang dikembangkan masyarakat. Ia ingin memastikan potensi komoditas pertanian di tingkat nagari benar-benar dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi masyarakat.
Kunjungan tersebut turut didampingi Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Solok Deslirizaldi, S.P., M.P., Kasat Pol PP dan Damkar Drs. Asril, MM, Kasi Kesra Nofta Yandi, Ketua Ikatan Pemuda Nagari Talang (IPNT) Roni Akhyar, Jorong Anau Kadok Hilma Fadilah, penyuluh pertanian serta Ketua Kelompok Tani Anau Kadok Jafri.
Salah satu titik yang ditinjau adalah perkebunan kopi milik masyarakat. Di lokasi tersebut, Candra mendapatkan gambaran langsung mengenai potensi produksi dan nilai ekonomi yang dapat dihasilkan petani.
Ketua Kelompok Tani Anau Kadok, Jafri, menjelaskan tanaman kopi yang berada di lahan tersebut akan memasuki masa panen dalam beberapa hari mendatang.
Dari lahan sekitar 1,5 hektar, produksi kopi diperkirakan mencapai 20 karung. Nilai ekonominya disebut dapat menyentuh sekitar Rp25 juta.
Angka tersebut langsung mendapat perhatian Candra. Ia menilai potensi pendapatan itu menunjukkan bahwa sektor pertanian memiliki peluang ekonomi yang tidak kalah menarik dibandingkan pekerjaan lainnya.
“Selain menjadi ASN, kita juga bisa berladang sebagai persiapan hari tua. Pertanian memiliki potensi ekonomi yang sangat menjanjikan,” ujar Candra.
Menurutnya, masyarakat tidak perlu mempertentangkan pekerjaan formal dengan kegiatan pertanian. Justru, usaha pertanian dapat menjadi sumber pendapatan tambahan sekaligus bentuk investasi jangka panjang bagi keluarga.
Candra juga mendorong agar komoditas yang memiliki nilai jual tinggi mendapatkan perhatian lebih serius, termasuk kopi.
Ia menyebut kopi Kabupaten Solok memiliki kualitas yang baik dan peluang pasarnya masih sangat terbuka. Bahkan, menurutnya, komoditas tersebut berpotensi dikembangkan untuk menembus pasar ekspor.
Potensi kopi, kata Candra, tersebar di sejumlah wilayah Kabupaten Solok, mulai dari Lembah Gumanti, Sirukam, Supayang, Talang, Paninggahan hingga Muaro Pingai.
“Kalau dalam sebulan bisa menghasilkan Rp25 juta, tentu ini menjadi pendapatan yang sangat menjanjikan. Karena itu, pertanian harus mulai kita lihat sebagai sektor ekonomi yang memiliki masa depan,” katanya.
Bukan Sekadar Bertani, Tapi Membangun Masa Depan
Candra menilai tantangan pengembangan pertanian saat ini bukan hanya persoalan produksi. Petani juga perlu memperhatikan kualitas, pengelolaan pascapanen, pemasaran hingga kemampuan menciptakan nilai tambah.
Menurutnya, hasil pertanian akan memberikan dampak ekonomi lebih besar apabila petani tidak hanya menjual hasil panen dalam bentuk bahan mentah.
Karena itu, ia berharap kelompok tani dapat terus meningkatkan kemampuan dan membuka ruang kerja sama dengan berbagai pihak untuk memperkuat rantai usaha pertanian.
Perhatian khusus juga diarahkan kepada generasi muda.
Candra berharap anak-anak muda Kabupaten Solok tidak menganggap pertanian sebagai pekerjaan kelas dua. Sebaliknya, sektor tersebut harus dilihat sebagai peluang usaha yang bisa menghasilkan pendapatan sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan.
“Pertanian jangan hanya dipandang sebagai pekerjaan tradisional. Kalau dikelola dengan baik, hasil pertanian bisa menjadi sumber ekonomi yang besar,” ujarnya.
Setelah meninjau perkebunan kopi, Candra bersama rombongan melanjutkan kunjungan ke lahan bawang merah varietas Birma.
Varietas tersebut menjadi salah satu komoditas yang dikembangkan petani Anau Kadok. Bawang merah Birma dikenal memiliki produktivitas yang baik, ukuran umbi relatif besar dan mampu beradaptasi dengan kondisi lahan.
Tak hanya melihat dari pinggir lahan, Candra ikut turun langsung melakukan panen bawang merah di lahan milik Iwan.
Momen tersebut menjadi bagian dari kunjungan lapangan yang memperlihatkan secara langsung aktivitas petani sekaligus hasil yang diperoleh dari usaha pertanian mereka.
Iwan menyampaikan apresiasi atas kedatangan Wakil Bupati Solok. Ia berharap perhatian pemerintah terhadap petani di wilayah tersebut terus berlanjut, terutama dalam membantu pengembangan usaha dan membuka akses pemasaran.
Bagi Candra, keberhasilan petani seperti Iwan harus menjadi pemantik bagi masyarakat lainnya.
Ia berharap semakin banyak anak muda yang berani masuk ke sektor pertanian dan mengembangkan usaha secara mandiri.
“Semoga semakin banyak pemuda yang terinspirasi seperti Pak Iwan. Bertani bukan hanya pekerjaan, tetapi juga peluang untuk membangun kemandirian dan kesejahteraan,” tutur Candra.
Menurutnya, Kabupaten Solok memiliki modal besar untuk mengembangkan sektor pertanian karena didukung oleh kondisi wilayah dan beragam komoditas unggulan.
Tantangannya kini adalah bagaimana potensi tersebut dikelola secara lebih profesional sehingga memberikan nilai ekonomi yang semakin besar bagi masyarakat.
Kunjungan ke Anau Kadok menjadi salah satu gambaran bahwa peluang tersebut berada sangat dekat dengan masyarakat. Dari lahan kopi seluas sekitar 1,5 hektar, petani bisa memperoleh nilai produksi sekitar Rp25 juta. Di sisi lain, tanaman bawang merah juga terus dikembangkan sebagai komoditas bernilai ekonomi.
Candra menegaskan, pemerintah daerah akan terus mendorong penguatan sektor pertanian melalui sinergi antara pemerintah, petani, kelompok tani dan tenaga penyuluh.
Ia berharap pertanian tidak berhenti sebagai aktivitas produksi, tetapi berkembang menjadi ekosistem usaha yang mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.
“Yang paling penting adalah bagaimana kita membangun keyakinan bahwa bertani itu menjanjikan. Kalau dikerjakan sungguh-sungguh, pertanian bisa menjadi sumber penghasilan sekaligus investasi untuk masa depan,” pungkasnya.










