FAKTA HUKUM 86,SOLOK — Wakil Bupati Solok H. Candra, S.H.I. menyambut kunjungan kerja Anggota Komisi V DPR RI H. Zigo Rolanda, S.E., M.M. di Jorong Galagah, Nagari Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti, Sabtu (29/8/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Zigo menyerahkan dukungan bagi perbaikan jalan di Jorong Galagah serta bantuan Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas). Program itu diharapkan memperkuat akses infrastruktur dan pelayanan dasar bagi masyarakat setempat.
Candra mengapresiasi perhatian dan dukungan yang diperjuangkan Zigo melalui Komisi V DPR RI untuk Kabupaten Solok dan wilayah Solok Raya. Menurut dia, dukungan pemerintah pusat sangat dibutuhkan karena kemampuan fiskal daerah belum mencukupi untuk menangani seluruh kebutuhan infrastruktur.
“Cukup banyak program yang dibawa dan diperjuangkan Pak Zigo Rolanda untuk Kabupaten Solok dan sekitarnya. Sebelumnya, beliau juga telah turun ke wilayah terdampak bencana di Kota Solok serta sejumlah titik di bagian utara Kabupaten Solok,” kata Candra.
Ia mengatakan dukungan tersebut tidak hanya menyasar pembangunan jalan dan penyediaan air bersih, tetapi juga penanganan sejumlah sungai yang terdampak bencana.
Penanganan Batang Lembang dan Batang Gawan disebut memperoleh dukungan anggaran sekitar Rp180 miliar. Sementara itu, dukungan untuk Batang Muaro Pingai, Batang Bagang Paninggahan, Batang Saniang Baka, dan Batang Iman mencapai sekitar Rp161 miliar.
“Totalnya sekitar Rp341 miliar untuk penanganan sungai terdampak bencana yang diperjuangkan Pak Zigo Rolanda,” ujar Candra.
Candra menilai keberadaan wakil Sumatera Barat di Komisi V DPR RI menjadi peluang bagi daerah untuk mempercepat pembangunan. Komisi V memiliki ruang kerja yang berkaitan langsung dengan infrastruktur, transportasi, perumahan, pembangunan kawasan, serta pencarian dan pertolongan.
Ia juga memaparkan besarnya kebutuhan anggaran untuk memperbaiki jalan Kabupaten Solok. Dari total panjang jalan kabupaten sekitar 1.115 kilometer, kurang lebih 41 persen disebut berada dalam kondisi rusak berat.
Menurut Candra, penanganan jalan rusak berat membutuhkan anggaran sekitar Rp1,4 triliun. Adapun perbaikan jalan dengan kerusakan ringan diperkirakan memerlukan sekitar Rp400 miliar.
“Artinya, kita membutuhkan sekitar Rp1,8 triliun untuk memperbaiki jalan di Kabupaten Solok. Karena kemampuan keuangan daerah terbatas, dukungan pemerintah pusat sangat diperlukan,” katanya.
Pada 2026, Pemerintah Kabupaten Solok mengalokasikan sekitar Rp86 miliar untuk sektor jalan dan irigasi. Anggaran itu menjadi bagian dari upaya mempertahankan pembangunan infrastruktur di tengah keterbatasan fiskal dan penyesuaian Transfer ke Daerah.
Candra menegaskan pemerintah daerah akan terus memperkuat komunikasi dengan kementerian terkait dan DPR RI agar program pemerintah pusat dapat diarahkan untuk menjawab kebutuhan prioritas Kabupaten Solok.
Sementara itu, Zigo mengatakan pembahasan dan finalisasi alokasi anggaran pembangunan infrastruktur di Sumatera Barat masih terus dilakukan, termasuk terhadap usulan yang disampaikan pemerintah kabupaten dan kota.
Ia mencontohkan ruas jalan di Kapujan yang masih menyisakan sekitar 5,3 kilometer jalan belum beraspal. Penanganan ruas tersebut diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp43 miliar.
“Dengan waktu yang tersedia, kami terus melakukan pembahasan dan pendalaman bersama kabupaten dan kota pengusul. Kita berharap kebutuhan pembangunan yang menjadi prioritas daerah dapat diperjuangkan,” ujar Zigo.
Terkait Pamsimas di Jorong Galagah, Zigo mengapresiasi partisipasi masyarakat. Program yang awalnya mengalokasikan sambungan bagi sekitar 35 rumah itu dapat dikembangkan hingga menjangkau kurang lebih 200 rumah melalui dukungan dan swadaya warga.
“Ini menunjukkan masyarakat benar-benar membutuhkan pembangunan tersebut,” katanya.
Zigo menambahkan, pembangunan infrastruktur irigasi melalui Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi telah terealisasi di sekitar 21 titik di Kabupaten Solok.
Kunjungan itu turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Kabupaten Solok Mukhlis, S.H., Dt. Gampo Malangik; Anggota DPRD Kabupaten Solok dari Fraksi Partai Golkar Indra Kartasasmita; perwakilan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Sumatera Barat; satuan kerja pembangunan strategis; tim pelaksana kegiatan air minum; niniak mamak; cadiak pandai; tokoh masyarakat; serta warga setempat. MR










