SOLOK, FAKTA HUKUM 86 — Bupati Solok Dr. (H.C.) Jon Firman Pandu, S.H. dan Wakil Bupati Solok H. Candra, S.H.I. berbagi peran memimpin dua prosesi utama peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Stadion Tuanku Tabiang, GOR Batu Batupang, Koto Baru, Kecamatan Kubung, Senin (17/8/2026).
Bupati Jon Firman Pandu (JFP) bertindak sebagai inspektur upacara pada Peringatan Detik-Detik Proklamasi dan pengibaran Sang Merah Putih pada pagi hari. Sementara pada sore harinya, Wakil Bupati H. Candra melanjutkan rangkaian dengan memimpin langsung upacara penurunan Bendera Merah Putih sebagai inspektur upacara.
Dua prosesi tersebut berlangsung khidmat dan tertib. Pembagian peran Bupati dan Wakil Bupati menjadi satu kesatuan dalam rangkaian seremoni kenegaraan HUT ke-81 RI tingkat Kabupaten Solok, mulai dari pengibaran hingga penurunan Sang Merah Putih.
Upacara diikuti Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Solok, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), TNI-Polri, para kepala perangkat daerah, jajaran Pemerintah Kabupaten Solok, organisasi kemasyarakatan serta berbagai elemen masyarakat.
Paskibraka Kabupaten Solok sukses menjalankan amanah pada dua momentum penting tersebut. Setelah mengibarkan Sang Merah Putih pada pagi hari, mereka kembali menjalankan tugas dalam prosesi penurunan bendera pada sore hari.
Usai memimpin upacara penurunan, Candra secara khusus menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota Paskibraka Kabupaten Solok atas keberhasilan menjalankan tugas dengan disiplin dan penuh tanggung jawab.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Solok, Bapak Bupati Jon Firman Pandu, serta Forkopimda, kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada seluruh ananda Paskibraka. Tugas yang diemban sejak pagi hingga sore hari telah dilaksanakan dengan sangat baik, penuh disiplin dan tanggung jawab,” ujar Candra.
Menurut Candra, keberhasilan Paskibraka menjalankan tugas pada momentum kemerdekaan merupakan kebanggaan bagi daerah. Namun, ia mengingatkan bahwa berakhirnya tugas pada 17 Agustus bukan berarti berakhir pula pengabdian generasi muda.
“Pengabdian ananda semua tidak berhenti sampai di sini. Masyarakat Kabupaten Solok menanti kontribusi generasi muda dalam berbagai bidang. Teruslah menjaga disiplin, membangun karakter, memiliki semangat juang, dan jadilah generasi yang mampu mengharumkan nama daerah serta bangsa,” pesannya.
Wabup menilai kedisiplinan, tanggung jawab dan semangat kebangsaan yang diperlihatkan Paskibraka menjadi gambaran optimisme terhadap generasi muda Kabupaten Solok. Nilai yang diperoleh selama seleksi, latihan hingga pelaksanaan tugas diharapkan menjadi bekal untuk mengambil peran lebih besar di tengah masyarakat.
Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tahun 2026 mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.” Menurut Candra, semangat tersebut tidak semestinya berhenti sebagai slogan ataupun seremoni tahunan.
Momentum kemerdekaan harus menjadi dorongan untuk memperkuat persatuan, kepedulian sosial, gotong royong serta mempercepat pembangunan yang memberikan manfaat nyata kepada masyarakat.
“Semangat kemerdekaan harus kita lanjutkan melalui kerja nyata. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan kebersamaan seluruh masyarakat untuk membangun Kabupaten Solok,” tegas Candra.
Pesan tersebut sekaligus memberikan makna lebih luas terhadap peringatan 17 Agustus. Setelah 81 tahun Indonesia merdeka, tantangan mengisi kemerdekaan berada pada kemampuan seluruh elemen untuk menjaga persatuan sekaligus menghadirkan kerja dan pengabdian yang berdampak bagi masyarakat.
Rangkaian peringatan HUT RI di Kabupaten Solok tahun ini juga diwarnai berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat. Sehari sebelumnya, Minggu (16/8/2026), sebanyak 1.360 peserta mengikuti Bhayangkara Run Road to Police Women Run 2026 di kawasan Arosuka.
Bupati Jon Firman Pandu dan Wakil Bupati H. Candra hadir dalam kegiatan tersebut bersama Kapolres Solok AKBP Rini Anggraini, S.S., S.I.K., unsur Forkopimda serta masyarakat dari berbagai kalangan.
Dari pengibaran Sang Merah Putih yang dipimpin JFP pada pagi hari hingga penurunan bendera yang dipimpin Candra pada sore hari, rangkaian HUT ke-81 RI menjadi momentum kebersamaan pemerintah daerah, Forkopimda dan masyarakat.
Prosesi Merah Putih telah selesai, tetapi semangat kemerdekaan tidak berhenti pada 17 Agustus. Persatuan, disiplin, gotong royong dan kerja nyata menjadi bagian dari tanggung jawab bersama untuk melanjutkan pembangunan Kabupaten Solok. MR










