SOLOK, FAKTA HUKUM 86 — Semangat HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa kuat di kawasan Tugu Ayam, Arosuka, Kabupaten Solok, Minggu (16/8/2026). Ratusan pelari dari berbagai kalangan tumpah ke lintasan Bhayangkara Run Polres Solok, sementara antusiasme warga membuat jumlah masyarakat yang hadir dan mengikuti kemeriahan kegiatan diperkirakan mendekati seribu orang.
Mengambil titik start dan finish di Tugu Ayam, Bhayangkara Run menjadi bagian dari rangkaian Road to Police Women Run 2026. Kegiatan tersebut digelar melalui kolaborasi Polres Solok dan Pemerintah Kabupaten Solok sekaligus menyemarakkan peringatan HUT ke-81 RI.
Masyarakat umum, pelajar, komunitas olahraga hingga unsur pemerintahan berbaur dalam satu kegiatan. Hadir Bupati Solok Jon Firman Pandu, Wakil Bupati Solok H. Candra, S.H.I., Ketua DPRD Kabupaten Solok Ivoni Munir, S.Farm., Apt., Kapolres Solok AKBP Rini Anggraini, S.S., S.I.K., serta sejumlah anggota DPRD Kabupaten Solok.
Kehadiran unsur pemerintah, legislatif, kepolisian dan masyarakat membuat Bhayangkara Run tidak berhenti sebagai agenda olahraga. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang membangun komunikasi dan memperkuat sinergi lintas sektor.
Bupati Solok Jon Firman Pandu mengapresiasi Polres Solok yang mengemas kampanye hidup sehat melalui kegiatan olahraga dengan melibatkan masyarakat dan pelajar.
«“Kami memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran Polres Solok yang berhasil mengemas kampanye hidup sehat melalui olahraga lari massal gratis bagi warga dan pelajar.”»
Menurut Bupati, kebersamaan yang terbangun di lintasan memiliki arti penting bagi hubungan pemerintah dan masyarakat.
“Berkumpulnya ribuan elemen masyarakat di lintasan lari merupakan instrumen penting untuk membangun komunikasi informal yang positif di luar agenda birokrasi pemerintahan.”»
Jon Firman Pandu menegaskan, soliditas pemerintah daerah, aparat keamanan dan masyarakat merupakan fondasi penting dalam menjaga stabilitas serta mendorong pembangunan Kabupaten Solok.
“Hubungan yang solid antara pemerintah daerah, TNI-Polri, dan komunitas sipil adalah modal utama guna memastikan iklim pembangunan di Kabupaten Solok berjalan kondusif, aman, dan semakin maju.”»
Sementara itu, Kapolres Solok AKBP Rini Anggraini, S.S., S.I.K. menempatkan momentum Bhayangkara Run sebagai bagian dari upaya memperkuat kehadiran Polri di tengah masyarakat.
“Kehadiran Polri di tengah-tengah masyarakat lewat ajang olahraga adalah bentuk nyata dari komitmen membangun institusi yang semakin harmonis, modern, dan tepercaya.”»
Kapolres menegaskan, kebersamaan yang terlihat sepanjang lintasan Tugu Ayam juga menggambarkan pentingnya kolaborasi antarlembaga dalam meningkatkan pelayanan publik.
“Kebersamaan di rute Tugu Ayam bukan sekadar ajang fisik, melainkan simbol penguatan kolaborasi lintas instansi demi mengoptimalkan pelayanan bagi masyarakat Solok.”»
AKBP Rini Anggraini juga mengajak masyarakat menjadikan olahraga sebagai budaya dan bagian dari kehidupan sehari-hari.
“Mari jadikan momentum ini sebagai titik balik untuk membudayakan kebiasaan berolahraga aktif demi menciptakan generasi masa depan yang tangguh dan sehat.”»
Kemeriahan Bhayangkara Run menjadikan kawasan Tugu Ayam Arosuka sebagai salah satu pusat aktivitas masyarakat menjelang peringatan 17 Agustus. Kawasan yang bersisian dengan kompleks pusat pemerintahan Kabupaten Solok tersebut dipenuhi pelari dan masyarakat yang datang menyaksikan rangkaian kegiatan.
Momentum itu sekaligus memperlihatkan Bupati, Wakil Bupati, pimpinan dan anggota DPRD serta Kapolres hadir bersama masyarakat dalam ruang yang sama, membawa pesan kebersamaan di tengah semangat kemerdekaan.
Bhayangkara Run menjadi salah satu cara memaknai 81 tahun Indonesia merdeka melalui olahraga, kesehatan, sportivitas dan persatuan. Kolaborasi Polres Solok dan Pemkab Solok diharapkan terus terjaga dalam pelayanan publik, pemeliharaan keamanan dan pembangunan daerah, sekaligus memperkuat kedekatan institusi dengan masyarakat. MR










