BERITA  

Relokasi PKL Berbuah Apresiasi, Tugu Ayam Arosuka Kembali Jadi Ruang Publik Nyaman

SOLOK, FAKTA HUKUM86 — Penataan dan relokasi pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Tugu Ayam Kukuak Balenggek, Arosuka, Kabupaten Solok, mulai memperlihatkan hasil. Kawasan yang sebelumnya dipenuhi aktivitas dan lapak pedagang di sekitar area utama taman kini terlihat lebih lapang, bersih dan asri. Perubahan tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat terhadap pemerintahan Bupati Solok Jon Firman Pandu (JFP) dan Wakil Bupati H. Candra.

Sebelum relokasi dilakukan, aktivitas PKL berada di sekitar area utama sehingga fungsi taman sebagai ruang terbuka publik belum maksimal. Keberadaan lapak juga membuat tampilan Tugu Ayam sebagai salah satu ikon Kabupaten Solok kurang leluasa dinikmati dari sejumlah sisi.

Pemerintah Kabupaten Solok kemudian melakukan penataan dengan merelokasi pedagang ke area yang lebih tertib. Pedagang tetap ditempatkan tidak jauh dari kawasan utama sehingga aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan dan mudah dijangkau pengunjung.

Pascarelokasi, perubahan mulai dirasakan. Remaja, keluarga dan masyarakat lokal maupun warga luar daerah yang melintas mulai memanfaatkan kawasan Tugu Ayam sebagai tempat singgah, bersantai dan melepas penat sembari menikmati udara sejuk Arosuka.

Daya tarik kawasan semakin terasa karena Tugu Ayam bersisian langsung dengan pusat pemerintahan Kabupaten Solok. Posisi strategis tersebut membuat kebersihan dan keasrian kawasan menjadi bagian penting dari wajah Arosuka sebagai pusat pemerintahan daerah.

Riki, warga Kayu Jao, mengaku puas dengan kondisi Tugu Ayam setelah dilakukan penataan.

“Sekarang lebih bersih, lapang dan nyaman. Tugu Ayam juga terlihat jelas sebagai ikon Kabupaten Solok. Kita bisa duduk santai menikmati udara sejuk, dan kalau ingin makanan atau minuman lokasi pedagang juga sangat dekat,” kata Riki. Sabtu 15/8

Fika, warga Koto Baru, menilai kebijakan tersebut mampu mengembalikan fungsi taman tanpa menghilangkan ruang ekonomi bagi pedagang.

“Sekarang suasananya semakin menarik dan asri. Mau bersantai nyaman, mau jajan juga dekat. Apalagi lokasinya berada di kawasan pusat pemerintahan. Kami mengapresiasi penataan yang dilakukan Pak Jon Firman Pandu dan Pak Candra,” ujarnya.

Apresiasi serupa disampaikan Armen, warga Dharmasraya yang singgah ketika melintasi kawasan Arosuka. Menurut dia, kondisi ikon daerah yang bersih dan tertata memberikan kesan positif bagi masyarakat dari luar Kabupaten Solok.

“Bagi kami yang melintas, kawasan ini sekarang menarik untuk dijadikan tempat berhenti dan beristirahat. Hawanya sejuk, pemandangannya bagus dan kawasannya bersih. Penataan seperti ini tentu patut diapresiasi,” katanya.

Pengunjung juga berharap pembenahan Tugu Ayam dapat dilanjutkan dengan pengembangan konsep taman digital sebagai pelengkap fungsi ruang terbuka hijau.

Konsep tersebut dapat diwujudkan melalui Wi-Fi publik, titik pengisian daya perangkat elektronik, tempat duduk yang mendukung penggunaan laptop dan gawai, pencahayaan memadai hingga papan informasi digital.

Teknologi kode QR juga dapat dimanfaatkan untuk mengenalkan sejarah Ayam Kukuak Balenggek, budaya dan destinasi wisata Kabupaten Solok, agenda pemerintah daerah hingga produk UMKM. Dengan demikian, digitalisasi tidak mengubah karakter taman, tetapi menambah fungsi edukasi, informasi dan ruang produktif bagi masyarakat.

“Kalau nanti ada Wi-Fi, tempat menggunakan laptop dan fasilitas digital lainnya, tentu semakin menarik. Pelajar dan mahasiswa bisa belajar atau berdiskusi di sini. Masyarakat yang bekerja secara digital juga bisa memanfaatkannya,” kata Fika.

Keberadaan sentra jajanan dalam jarak yang dekat juga menjadi bagian dari daya tarik kawasan. Pengunjung dapat menikmati ruang taman dengan lebih leluasa, sementara PKL tetap memperoleh ruang untuk menjalankan aktivitas ekonomi.

Dengan udara Arosuka yang sejuk, lingkungan yang semakin asri, posisi strategis di jantung pusat pemerintahan serta aktivitas kuliner di sekitarnya, Tugu Ayam Kukuak Balenggek kini memiliki peluang lebih besar berkembang menjadi tujuan alternatif masyarakat untuk bersantai dan berwisata.

Relokasi PKL pun tidak sekadar mengubah wajah kawasan. Penataan tersebut mulai mengembalikan fungsi Tugu Ayam sebagai ikon dan ruang publik Kabupaten Solok, sekaligus membuahkan pujian dan apresiasi masyarakat terhadap kepemimpinan JFP–Candra. MR